Hong Kong tidak hanya memiliki obyek wisata yang menjanjikan bagi siapa saja. Di bisnis transportasi udara, Hong Kong cukup beruntung dengan keberadaan Cathay Pacific Airways.
Meski bukan milik Pemerintah Hong Kong, Cathay Pacific Airways mampu merepresentasikan simbol kebanggaan negara Hong Kong. Bahkan dari kinerjanya, Cathay Pacific menunjukkan hasil yang bagus.
Berdasarkan data dari Air Transports World’s World Airline Juli 2006, Cathay Pacific masuk sepuluh besar maskapai dengan perolehan laba bersih terbesar di dunia dan urutan ke-6 sebagai maskapai dengan kepemilikan saham terbesar di dunia.
Pemegang saham utama dari Cathay Pacific Airways yakni Swire Pacific Limited (39,99%), CITIC Pacific (17,49%), Air China Limited (10,15%) dan China National Aviation Company Limited (7,34%). Dari sisi pendapatan operasional, Cathay Pacific menduduki posisi terbesar ke-19 di dunia dan ke-6 di Asia.
Cathay Pacific merupakan anggota Oneworld Alliance bersama dengan American Airlines, British Airways, Iberia, Finnair, Japan Airlines, LAN, Malev Hungarian Airlines, Qantas dan Royal Jordanian. Cathay Pacific Airways memiliki 16.418 staf di seluruh dunia dan 11.300 diantaranya berada di kantor pusat Hong Kong.
Cathay Pacific, kata JULIE LOE Corporate Communications Executive-Overseas Cathay Pacific Airways Limited pada suarasurabaya.net, mengoperasikan 104 pesawat untuk 104 rute di 35 negara. Pesawat yang digunakan selama ini tipe Boeing 777-300 (12 unit), Boeing 777-200 (5 unit), Boeing 747-400 (23 unit), Boeing 747-400 BCF (6 unit), Boeing 747-400 Freighters (6 unit), Boeing 747-200 Freighters (7 unit), Airbus A340-300 (15 unit), Airbus A330-300 (27 unit) dan Airbus A340-600 (3 unit).
Sampai tahun 2010, Cathay Pacific memesan 32 pesawat yakni 18 tipe Boeing 777-300ER, 5 Airbus A330-300, 1 Boeing 747-400, 2 Boeing 747-400 BCF, 6 Boeing 747-400ER Freighter.
Rata-rata pesawat Cathay Pacific berusia tujuh tahun. Perawatan armada itu dilakukan dua anak perusahaannya, yaitu Hongkong Aircraft Engineering Company Limited (HAECO) dan Taeco Engineering Company (TAECO).
Dengan mengguritanya bisnis Cathay Pacific Airways, Cathay Pacific memiliki kantor pusat yang cukup unik. Dikatakan unik, karena bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 4 hektar dengan investasi HK$ 4,9 milyar menggunakan konsep superblok atau a new city.
Di kawasan yang berlokasi di pulau Chek Lap Kok 2 km dari Terminal Penumpang Hong Kong International Airport, kantor pusat Cathay Pacific Airways dilengkapi The Headland Hotel yang dioperasikan Accor, The Dakota Club leisure complex, The Galley Food Court yang berdekatan dengan Flight Training Centre.
Melihat desain interior dan eksterior memang membuat suasana bukan seperti di sebuah kantor. Mereka yang masuk ke kawasan ini, seolah-olah berada di sebuah kota baru yang terhubung dengan jalan-jalan utama di lantai dua. Dan di sepanjang jalan ini ada kantor perbankan, toko suvenir dan juga kafe serta restoran.
Dari Cathay Pacific City, seluruh bisnis Cathay Pacific Airways dikendalikan. Dengan fasilitas yang tersedia, kata JULIE, mampu mengakomodir kebutuhan 3000 staf dimana mereka bisa bekerja dengan nyaman, istirahat dan berekreasi.
“Bagi para pilot atau staf Cathay Pacific saat melakukan kunjungan kerja bisa menginap di hotel berlantai 23. Jadi cukup di satu lokasi, seluruh staf bisa melakukan apa saja yang dibutuhkan,”ujarnya.
JULIE menambahkan yang menjadi kunci utama di Cathay Pacific City adalah Flight Training Center. Mulai simulator dengan teknologi tercanggih, ruangan training, ruang latihan untuk keselamatan berupa dua full size cabin section mock-ups benar-benar harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pilot, pramugari dan kru lainnya.
Teks foto :
1. Suasana di dalam Cathay Pacific City, orang akan merasakan masuk di sebuah kota lengkap dengan fasilitas yang dibutuhukan
2. Ruangan khusus bagi Cabin Crew Cathay Pacific dimana di ruangan ini, pilot bisa mengecek kondisi cuaca sebelum terbang dan para pramugari juga bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan sebelum terbang
3. Pesawat Nicky jadi hiasan menarik di depan Cathay Pacific City. Pesawat tersebut tipe pertama yang dimiliki Cathay Pacific Airways.
Foto : TITIN suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100

