Minggu, 18 Oktober 2026
Hindari Lumpur

Kereta Petikemas Bangil-Surabaya Diluncurkan

Laporan oleh Iping Supingah
Bagikan

Peluncuran perdana moda kereta api petikemas tersebut, menarik 12 rangkaian gerbong peti kemas yang berisi produk kayu olahan dari PT Kutai Timber Indonesia (PT KTI) Probolinggo.

JUSBAKIR ALDJUFRI Bupati Pasuruan memberangkatkan kereta petikemas dari Stasiun Bangil menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Selasa (12/06).

BAMBANG SH Kadaops VIII Surabaya, menyebutkan, peluncuran kereta api petikemas Stasiun Bangil-Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya merupakan moda transportasi alternatif untuk mengatasi dampak luapan lumpur panas Lapindo di Porong Sidoarjo.

Dialporkan Antara menurut BAMBANG, dampak luapan lumpur panas Lapindo yang merendam jalan tol Porong-Gempol mengakibatkan industri di kawasan Jawa Timur bagian selatan terpuruk.

Kawasan Jawa Timur bagian selatan menjadi tidak menarik lagi bagi investor, karena biaya transportasi menjadi meningkat akibat kemacetan jalan yang luar biasa.

Diharapkan, moda transportasi kereta petikemas dapat mengurangi arus “trucking” Bangil-Tanjung Perak Surabaya. Menurunkan tingkat kemacetan jalan raya, dan menurunkan total biaya transportasi (efisiensi biaya transport). Serta mengintegrasikan antara angkutan truk petikemas, kapal, dan kereta api.

Jarak antara Stasiun Bangil-Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sejauh 55 km bisa ditempuh dalam waktu sekitar dua jam. Frekuensi perjalanan kereta petikemas Bangil-Surabaya sebanyak empat kereta (dua kereta ulang alik) dengan masing-masing kapasitas 12 rangkaian kereta petikemas 40 feet atau setara 600 ton.

Stasiun Bangil juga telah dilengkapi terminal petikemas seluas empat hektar yang bisa digunakan untuk bongkar muat petikemas dari berbagai perusahaan di Pasuruan, dan Probolinggo.

BAMBANG menyebutkan, dalam pelaksanaan moda transportasi angkutan kereta peti kemas, PT KAI hanya menyediakan jasa angkutannya. Sedangkan opratornya dilakukan oleh PT Jatim Petroleum Transport (PT JPT) yang merupakan anak perusahan PT Pelindo.

AZMI ANIS operator PT JPT mengungkapkan, peluncuran kereta petikemas dengan ukuran 40 feet yang dilakukan oleh PT Kutai Timber Indonesia merupakan yang perdana. Namun sebelumnya PT JPT telah melakukan pengiriman petikemas dengan menggunakan jasa kereta dengan ukuran peti kemas 20 feet.

Perusahaan di Pasuruan yang telah menggunakan jasa pengiriman kereta peti kemas diantaranya PT Sorini, PT Kamajaya, serta PT Meratus. Sedangkan perusahaan yang ada di kawasan industri Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) belum ada yang menggunakannya, karena kesulitan statusnya yang berada di kawasan berikat.

JOKO PRASETIO Humas PIER mengakui, jika perusahaan yang ada di kawasan industri PIER belum ada yang menggunakan jasa pengiriman barang melalui kereta petikemas.

Menurut JOKO, kawasan PIER merupakan kawasan berikat, sehingga untuk bisa menggunakan jasa angkutan kereta peti kemas harus ada kerja sama dengan Bea Cukai terlebih dulu.

HARI SUGIRI Kadishub Jawa Timur menyebut, moda kereta petikemas yang ditawarkan PT Kereta Api merupakan alternatif sistem transportasi di Jawa Timur, untuk mengatasai dampak lumpur panas Lapindo yang merendam infrastruktur di Porong Sidoarjo.

Untuk melancarkan alternatif sistem transportasi tersebut, antara PT Pelindo, PT KAI, serta perusahaan pengguna jasa melakukan kolaborasi secara terkoordinasi mewujudkan moda transportasi kereta api petikemas.

Hal tersebut, kata HARI, juga bisa dijadikan sebagai upaya untuk mengurangi kepadatan arus kendaraan jalan raya, dimana setiap hari sekitar 2.500 truk melintas antara Bangil-Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.(ipg/ipg)

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Minggu, 18 Oktober 2026
34o
Kurs