Mengimbangi progres pembangunan Jembatan Suramadu yang ditargetkan selesai Desember 2008, Madura sudah menyiapkan rencana membangun kota pelabuhan di Bangkalan. Hanya saja titik kota pelabuhan masih dalam proses pembahasan.
PRIYO SETIABUDI Direktur Utama Madura Industrial Seaport City pada suarasurabaya.net, Rabu (25/07), mengatakan, saat ini proses perijinan, perencanaan dan teknis kota pelabuhan masih terus berjalan. Bupati Bangkalan berharap di kota pelabuhan terbangun secara terintegrasi mulai kawasan pelabuhan, industri, marine industry dan kawasan pendukung (600 hektar) (1000 hektar) seperti perumahan dan perkantoran, {clip*1}.
Untuk pelabuhan, kata PRIYO, sekitar 2000 hektar namun masih menunggu rekomendasi dan sedang proses. “Untuk perijinan daerah, rekomendasi gubernur, ijin prinsip Menteri sudah. Tetapi untuk Amdal dan detilnya masih belum karena masih menyesuaikan dengan tata ruang wilayah. Jika RTRW selesai, baru detilnya. Kalau ini siap dalam 1 tahun cukup bagus, sehingga begitu jembatan selesai, kita sudah mempersiapkan proses pembangunannya,”paparnya.
PRIYO mencontohkan untuk membangun pelabuhan Tanjung Mas Semarang, pihaknya membutuhkan waktu 3 tahun. Kawasan tersebut juga merupakan kawasan terintegrasi.
Agar proses pembangunan berjalan sesuai harapan, pihaknya mempersiapkan membuat network planning yang jelas. Misalnya, untuk kawasan industri yang akan masuk adalah light industry seperti elektronik. Dan ini sedang dibahas dengan pemerintah yang juga mengembangkan industri di beberapa wilayah.
Mengenai investasi, PRIYO belum bisa memprediksi. Karena ini terkait dengan titik lokasi yang belum dipastikan. Sedangkan sindikasi korporasi membiaya kota pelabuhan, masih dijajaki dengan investor Jepang dan Cina meski belum ada kesepakatan.
“Masalah makro Indonesia yang mereka tanyakan. Apakah Pemilu yang akan digelar bisa membuat aman ? Ini diluar kewenangan tim kita untuk menjawabnya. Tapi kita berharap, investor asing ikut bergabung,”tukasnya. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100

