Makin maraknya pusat wisata dan munculnya perumahan-perumahan baru menyebabkan market rumah toko (Ruko) di Pasuruan tetap besar. Ini mendorong The Taman Dayu City of Festival membangun unit Ruko baru sebanyak 64 unit.
DENNY BERNADUS General Manager The Taman Dayu City of Festival pada suarasurabaya.net, Jumat (23/02), mengatakan tak hanya pasar Ruko yang akan semakin besar sepanjang 2007 ini, tetapi juga perumahan. Ini disebabkan jalur transportasi Porong Gempol kondisinya tidak separah ketika baru terjadi luapan lumpur Lapindo, Mei 2006 lalu.
Berdasarkan kondisi ini pula, kata DENNY, para pengembang di Pasuruan mulai berani menggarap pasar Surabaya. Ketika banjir lumpur baru terjadi, banyak masyarakat yang enggan berkunjung ke tempat wisata, sehingga membuat pasar Ruko saat itu lesu. Banyak masyarakat Surabaya juga enggan mencari perumahan di daerah tersebut. Dampaknya sepanjang 2006, pengembang mengalihkan pasarnya.
“Kalau sebelumnya banyak mencari pasar di Surabaya, 2006 lebih fokus ke sekitar Pasuruan serta wilayah timur Jatim. Sulitnya mencari pasar dari Surabaya, juga berdampak pada tidak tercapainya penjualan,”ujarnya.
DENNY menjelaskan pencapaian target penjualan selama 2006 hanya sebesar 80%. Tapi tahun 2007 ini, pihaknya optimis pasar dari Surabaya akan membaik. Apalagi didukung penurunan tingkat bunga kredit. “BCA saja saat ini sudah dibawah 10% untuk pinjaman khusus, sedangkan BII sudah 12,5% fix selama lima tahun,”ujarnya.
Berdasarkan indikator tersebut, DENNY berani menarget pertumbuhan penjualannya sekitar 20% dari tahun lalu. “Ini sudah terlihat dari jumlah unit yang sudah terjual, baik Ruko maupun rumah,” kata DENNY.
Untuk rumah, dari 80 unit yang tersedia sudah terjual sebanyak 40% atau sekitar 32 unit. Sedangkan Ruko dari 16 unit yang ditawarkan ke masyarakat, dua diantaranya sudah di-indent.
Teks foto :
– Rumah Pasadena Hills satu diantara proyek yang dikembangkan The Taman Dayu City of Festival
Foto : Dok. suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100

