Minggu, 18 Oktober 2026
Dorong Investasi Dalam Negeri

Pemerintah Beri Insentif TKDN

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Pemerintah memberikan insentif berupa kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Ini ditujukan untuk mendorong investasi dalam negeri. Demikian disampaikan ANSHORY BUCHORI Irjen Industri Logam dan Permesinan Dirjen Perindustrian usai membuka pameran Machine Tool & Manufacturing di AJBS Surabaya, Rabu (06/06).

Dengan kebijakan TKDN, kata ANSHORY pada suarasurabaya.net, berarti pemerintah lebih mengutamakan produksi dalam negeri termasuk permesinan untuk produk dalam negeri. Kebijakan tersebut sudah dilaksanakan sejak Januari 2007.

Kebijakan yang ada selama ini, seperti pemberian tarif nol untuk mesin peralatan diakui ANSHORY, membuat distributor dalam negeri sulit bersaing dengan produk impor. Ini memang tidak bisa disalahkan karena industri permesinan sebagai barang modal harus jadi pendukung industri lainnya.

“Pemerintah lebih melihat yang lainnya untuk terus tumbuh dengan membiarkan masuknya produk luar negeri ke Indonesia. Apalagi pertumbuhan mesin dalam negeri baru di atas 8%,”ujarnya.

Secara keseluruhan dari industri mesin, sebut ANSHORY, pasar permesinan Indonesia masih dibawah 6%. Bisa dibilang industri permesinan di Indonesia relatif belum ada.

Dengan kebijakan membuka impor mesin, ungkap ANSHORY, pemerintah hanya fokus kepada beberapa subsektor industri permesinan. Fokus tersebut berdasarkan kondisi daya saing dan lebih prioritaskan ke mesin-mesin peralatan pertanian.

Saat ini yang menjadi saingan produk mesin peralatan pertanian Indonesia adalah Cina, Taiwan dan Jepang. Untuk itu, mau tidak mau harus terus meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Teks foto :
1. Mesin untuk memotong besi diimpor dari Cina karena Indonesia belum mampu membuat sendiri
2. Beragam permesinan untuk industri manufaktur dipamerkan di AJBS mulai hari ini hingga 9 Juni 2007. Pameran diikuti 203 perusahaan
Foto : TITIN suarasurabaya.net

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Minggu, 18 Oktober 2026
34o
Kurs