Perajin tas dan koper Tanggulangin, Sidoarjo menggelar pameran di Royal Plaza Surabaya. Pameran ini juga diadakan bersamaan dengan 3 kegiatan pameran di kota lain, yakni di Malang, dan Jakarta. Pameran diadakan untuk menunjukkan keeksisan Intako di Tanggulangin.
Kegiatan pameran yang diadakan selama bulan Juni-Juli dilakukan untuk kegiatan promosi perajin sampai seminggu ke depan.
Sebanyak 20 perajin memamerkan produknya di Royal Plaza. Sedangkan di Araya Malang lebih banyak lagi sekitar 38 perajin yang berpameran. KHOZIM menjelaskan perbedaan ini hanya berdasarkan luas tempat. Sedangkan di Jakarta, Intako menggelar pameran di Pekan Raya Jakarta (PRJ).
MUHAMMAD KHOZIM Ketua Koperasi Industri Tas dan Koper Tanggulangin (Intako) pada RULLY reporter Suara Surabaya, Kamis (12/07), dibukanya pameran di luar Tanggulangin ini, tujuan utamanya agar masyarakat tahu bahwa Tanggulangin masih tetap eksis. Imagenya di mata para calon konsumen saat ini, Tanggulangin sudah terendam lumpur sehingga tak ada lagi industri.
KHOZIM mengaku dengan adanya lumpur Sidoarjo yang belum berhenti, mengakibatkan kendala enggannya konsumen datang menuju Tanggulangin. Ini disebabkan jalanan melewati Porong macet.
Saat ini secara keseluruhan transaksi mencapai Rp 100 juta per hari. Namun KHOZIM belum bisa mencari informasi secara detil. Ia menambahkan pemasukan yang ada di Araya belum terlalu besar.(yyn/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

