Pemerintah membuat kebijakan energi dengan mengalihkan Premium ke Oktan 90 dan Pertamax karena masukan yang kurang akurat. Ini disebabkan dugaan seakan-akan di 2008, harga minyak dunia akan lebih dari 100 dolar per barrel.
Ternyata hal tersebut tidak benar sebab harga minyak mentah sudah kembali ke level 90 dolar per barrel. Menurut beberapa sumber di Istana Negara, dengan alasan itu presiden perlu mempertimbangkan kembali kebijakan energi yang semula akan diperlakukan awal Januari 2008.
SAMSON SIAGIAN Panitia Anggaran DPR RI yang sejak awal mengkritisi rencana pengalihan Premium ke Pertamax pada JOSE reporter Suara Surabaya di Jakarta, Kamis (27/12), mengatakan, dirinya juga mendengar rencana ini dibatalkan atau ditunda sambil menunggu perkembangan harga minyak dunia.
Kata SAMSON, akan sangat riskan bagi pemerintahan SUSILO BAMBANG YUDHOYONO-JUSUF KALLA, jika kebijakan ini dipaksakan. Berikut penjelasan SAMSON, {clip*1}.
SUDIRMAN Staf Khusus Direktur Utama Pertamina ketika dikonfirmasi menjelaskan Pertamina sebagai pelaksana kebijakan pemerintah sampai saat ini belum mendapat keputusan atau perintah untuk pengalihan Premium ke Pertamax. (bir/tin)
NOW ON AIR SSFM 100

