Jumat, 16 Oktober 2026

Saat Bencana, Bisnis PO Kian Terpuruk

Laporan oleh Birgitta Nurina Ningga Mone
Bagikan

Bisnis perusahaan otobus (PO) di Jawa Timur kian terpuruk dengan adanya bencana banjir dan tanah longsor.

Pada kondisi normal saja, kata Drs MUSTOFA Ketua DPD Organda Jawa Timur, bisnis PO sudah lesu. Sekarang dengan bencana banjir di beberapa wilayah Jawa Timur banyak pemilik bus harus berpikir ulang untuk mengoperasikan bus yang rutenya berada di daerah banjir dan tanah longsor.

Pada suarasurabaya.net, Sabtu (29/12), MUSTOFA mengatakan, sampai saat ini belum ada data pasti kerugian perusahaan otobus akibat banjir dan tanah longsor di beberapa daerah. Organda berharap pemerintah dapat secepatnya memperbaiki infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak akibat banjir.

Secara organisatoris, MUSTOFA sudah menghimbau agar armada bus yang ada tidak memaksakan beroperasi karena resiko yang ditempuh lebih berbahaya. “Di saat libur panjang Natal dan Tahun Baru, penumpang seharusnya meningkat tajam namun karena musibah ini diperkirakan jumlah penumpang akan turun,”keluhnya.

Soal tarif bus Patas Surabaya-Yogyakarta yang naik saat bencana, kata MUSTOFA, hal itu otomatis terjadi. Tapi pihaknya tidak mematok berapa besar kenaikan tarif, karena biasanya berdasarkan kesepakatan penumpang dan sopir saat bus berjalan. (bir/tin)

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Jumat, 16 Oktober 2026
26o
Kurs