Senin, 6 April 2020

Inilah Kebijakan Bank Indonesia di 2014

Laporan oleh Dwi Yuli Handayani
Bagikan

Kebijakan BI tahun 2014 tetap difokuskan menjaga stabilitas perekonomian dan sistem keuangan melalui penguatan bauran kebijakan di bidang moneter, makroprudensial dan sistem pembayaran.

Junanto Herdiawan Deputi Direkur Kepala Divisi Asesmen Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IV Jawa Timur mengatakan,di bidang moneter kebijakan tetap diarahkan untuk mengendalikan inflasi menuju sasarannya dan defisit transaksi berjalan ke tingkat yang sehat, melalui kebijakan suku bunga dan stabilitasi nilai tukar sesuai fundamentalnya.

“Proses pendalaman pasar uang rupiah dan valas juga akan terus dilakukan guna meredam ketidakpastian pasar keuangan global,” kata Junanto dalam Seminar Economic Speaker Series di Gedung De Javasche Bank Surabaya, Selasa (29/4/2014).

Di bidang makroprudensial, kata dia, kebijakan diarahkan untuk memitigasi risiko sistemik di sektor keuangan serta pengendalian kredit dan likuiditas agar sejalan dengan pengelolaan stabilitas makroekonomi.

Di bidang sistem pembayaran, lanjut dia, kebijakan diarahkan untuk pengembangan industri sistem pembayaran domestik yang lebih efisien.” Seluruh kebijakan tersebut akan diperkuat dengan berbagai langkah koordinasi kebijakan bersama pemerintah termasuk dalam upaya mengendalikan harga pangan,” ujar dia.

Sebelumnya, kata Junanto, Bank Indonesia pada 8 April 2014 memutuskan untuk mempertahankan BI rate sebesar 7,50 persen dengan suku bunga lending facility dan deposit facility masing-masing tetap pada level 7,50 persen dan 5,75 persen.

Kebijakan tersebut masih konsisten dengan upaya untuk mengarahkan inflasi menuju ke sasaran erta mengendalikan defisit transaksi berjalan menurun ke tingkat yang lebih sehat. Perkembangan sejauh ini menunjukkan inflasi yang terkendali dan neraca perdagangan yang kembali mencatat surplus.

Ke depan, Bank Indonesia terus mencermati risiko baik global maupun domestik dan menempuh langkah-langkah antisipatif guna memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga dan mendukung perbaikan kinerja transaksi berjalan.

Bank Indonesia akan senantiasa memperkuat bauran kebijakan moneter dan makroprudensial serta meningkatkan koordinasi dengan pemerintah dalam pengendalian inflasi dan defisit transaksi berjalan termasuk kebijakan untuk memperkuat struktur ekonomi dan pengelolaan utang luar negeri (ULN) khususnya ULN swasta. (dwi/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Korban Rumah Roboh di Ketintang

Trailler Tabrak Pembatas Jalan di Tol

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Surabaya
Senin, 6 April 2020
27o
Kurs