Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi, bergerak menguat sebesar 14 poin, dari Rp12.175 kini jadi Rp12.161 per dolar AS.
Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, klaim pengangguran Amerika Serikat yang naik ke level tertinggi dalam tiga bulan terakhir mendorong mata uang dolar AS tertekan.
“Lemahnya data ekonomi Amerika Serikat masih akan mempertahankan sentimen dolar AS melemah di kawasan Asia. Data klaim penganggguran AS naik sekitar 331.000 dari 292.000,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta, seperti dikutip Antara, Kamis (27/11/2014).
Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menjelaskan data survei tingkat keyakinan konsumen dan penjualan runah di Amerika Serikat juga mengalami penurunan, itu masih menjadi salah satu sentimen negatif bagi mata uang dolar AS.
“Penguatan rupiah masih tertahan dipicu oleh permintaan dolar AS di dalam negeri yang biasanya akan meningkat mendekati akhir bulan,” terang dia.
Secara terpisah Reza Priyambada Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia mengatakan laju rupiah mampu berbalik menguat sejalan dengan mata uang euro setelah dirilisnya mengenai penilaian Jerman yang selamat dari resesi, diharapkan berdampak positif pada negara di kawasan Eropa lainnya.
“Kondisi itu dapat mendorong optimisme ekspor ke negara-negara industri Eropa terutama negara-negara besar seperti Jerman,” kata Reza Priyambada. (ant/riy/ipg)
Teks Foto :
– Ilustrasi
NOW ON AIR SSFM 100

