Minggu, 14 Agustus 2022

Temui Dubes China, Khofifah Ingin Alibaba Berinvestasi di Jawa Timur

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim saat menemui rombongan Dubes China di Grahadi, Selasa (12/3/2019). Foto: Humas Pemprov

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur menyambut kunjungan Xiao Qian Duta Besar (Dubes) China di Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Selasa (12/3/2019). Mereka membincangkan sejumlah peningkatan kerja sama pemerintah.

Salah satu kerja sama dengan Pemerintah China yang ingin ditingkatkan oleh Khofifah adalah kerja sama di bidang teknologi informasi. Khofifah berharap, perusahaan e-commerce Alibaba Group yang didirikan oleh Jack Ma bisa berinvestasi di Jawa Timur.

“Bonus demografi saat ini telah terjadi di Jatim. Ini tentu akan disambut kaum milenial Jatim yang jumlahnya mencapai 41 persen dari penduduk Jatim. Kehadiran Alibaba dapat membuka lapangan pekerjaan bagi kaum milenial,” ujarnya.

Tidak hanya di bidang TI, Khofifah juga ingin meningkatkan kerja sama di bidang pertanian dan pendidikan. Dia menilai Pemerintah di Negeri Tirai Bambu itu sangat mumpuni di bidang teknologi pertanian.

Kerja sama yang diinginkan Khofifah dengan China ini berkaitan dengan pemberdayaan perempuan dan semakin susutnya lahan pertanian di Jawa Timur. Dia ingin memberdayakan perempuan menanam bunga mawar dan anggrek di lahan yang tidak luas.

“Lahan pertanian di Jawa Timur menyusut. Kalau ditanami padi hasilnya kurang untuk mengungkit perekonomian keluarga di pedesaan. Udara di desa juga cocok untuk menanam mawar dan anggrek. Pangsa pasar di Jawa Timur dan Indonesia juga cukup besar,” ujarnya.

Kerja sama dengan China yang dia harapkan juga dapat mengentaskan kemiskinan adalah di bidang koperasi. Khofifah menilai, koperasi di RRT maju pesat. Dia berharap ada kerja sama yang dapat menjadikan 80 ribu koperasi wanita di Jatim mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas.

Sementara, di bidang pendidikan, Khofifah ingin ada kerja sama pendidikan vokasi dalam bentuk SMK pengampu. Ini mengingat proporsi SMK dan SMK di Jatim saat ini 70:30, sementara sampai saat ini tidak ada balai latihan kerja yang tersedia.

“Karena tidak ada balai latihan kerja, pengangguran terbuka berasal dari lulusan SMK jumlahnya tinggi. Nanti di SMK pengampu ada transformasi ilmu pengetahuan, ada tutor yang mengajari keahlian sesuai dengan minat siswa,” jelasnya.

Dengan demikian, Khofifah berharap, siswa SMK di Jawa Timur bisa menciptakan lapangan kerja sendiri sehingga mereka dapat membantu mengurangi angka pengangguran terbuka di Jawa Timur.

Xiao Qian Duta Besar RRT menyambut baik rencana peningkatan kerja sama ini. Dia mengatakan, Indonesia sedang dalam jalur ekonomi yang kondusif dan stabil. Terutama dengan adanya infrastruktur yang manfaatnya bisa dirasakan lima tahun mendatang.

“Jawa Timur punya potensi cukup besar terutama dalam jumlah penduduk serta letak geografis yang menurutnya sangat strategis. Jatim memiliki peran penting di Indonesia. Banyak potensi yang bisa dikembangkan,” jelasnya.

Dia menyarankan, Sister Province yang sudah pernah dilakukan bisa dilanjutkan dan ditingkatkan. Dia juga menyarankan, untuk mengentas kemiskinan yang perlu dilakukan pemerintah adalah menetapkan standar layak hidup.

“Tidak perlu terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Standar itu harus memenuhi kebutuhan dasar hidup yaitu sandang, papan dan pangan,” ujarnya.

Menurutnya, pengentasan kemiskinan juga harus tepat sasaran. Yang penting harus mendorong swasembada atau hidup mandiri dan berkelanjutan. Dan yang tidak boleh dilupakan, kata dia, ada sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah.(den/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Minggu, 14 Agustus 2022
30o
Kurs