Kamis, 3 Desember 2020

Bank Ekspor-Impor AS Jajaki Potensi Pendanaan Investasi di Indonesia

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Ilustrasi. Pekerja beraktivitas infrastruktur di proyek jalan utama Bojong Gede -Kemang (Bomang) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto: Antara

Bank Ekspor Impor Amerika Serikat (Export-Import Bank of The United States/EXIM) menjajaki potensi pendanaan kerja sama perdagangan dan investasi di Indonesia yang nilainya mencapai 750 juta dolar AS.

Penjajakan tersebut nantinya akan tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) yang secara resmi akan ditandatangani dalam waktu dekat.

Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (25/10/2020), komitmen untuk meningkatkan hubungan bilateral dan kerja sama ekonomi antara AS dan Indonesia itu terungkap dalam pertemuan antara Presiden dan Kimberly A. Reed Kepala EXIM dengan Luhut Binsar Pandjaitan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Minggu.

“Diskusi saya dengan Menteri Panjaitan berjalan dengan sangat produktif dan saya sangat gembira mengumumkan MoU 750 juta dolar AS ini dengan beliau hari ini. Bank Ekspor Impor Amerika Serikat berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antara kedua negara, dan MoU ini akan menegaskan komitmen kami terhadap berbagai potensi proyek di Indonesia, mulai dari energi hingga teknologi komunikasi nirkabel (4G+/5G) hingga layanan kesehatan, penyiaran, dengan dukungan barang dan jasa dari AS,” kata Reed seperti yang dilansir Antara.

Ia menambahkan kerja sama kedua negara diharapkan dapat mendorong investasi sehingga mampu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi kedua negara.

“Kami ingin bekerja sama untuk mendorong kesempatan investasi dan peluang mengembangkan bisnis sehingga memberikan potensi keuntungan bagi para pekerja dan pelaku bisnis AS dan Indonesia,” imbuh Reed.

Sementara itu, Menko Luhut menyambut baik MoU yang diajukan dan berharap ada peningkatan investasi AS di sejumlah proyek infrastruktur.

“Kami menyambut baik MoU yang diajukan dan berharap ada lebih banyak investasi dan partisipasi bisnis AS di proyek-proyek infrastruktur, energi, transportasi dan telekomunikasi kami,” ujar Luhut.

Perjanjian itu disepakati sebagai bagian dari kunjungan delegasi AS ke Indonesia, Vietnam dan Myanmar, yang dipimpin oleh Adam Boehler CEO International Development Finance Corporation (IDFC) AS, serta pejabat tinggi pemerintah AS, yaitu Kepala EXIM dan pejabat dari Departemen Keuangan, Perdagangan, Energi, dan Luar Negeri AS.

EXIM merupakan lembaga federal independen yang mempromosikan dan mendukung lapangan kerja Amerika dengan menyediakan kredit ekspor kompetitif yang diperlukan untuk mendukung penjualan barang-barang dan jasa-jasa AS kepada pembeli internasional.(ant/tin)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah, 12 PMK Di lokasi

Kecelakaan L300 Tabrak Pembatas Tol Sumo

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Surabaya
Kamis, 3 Desember 2020
27o
Kurs