Selasa, 30 November 2021

Libur Nataru, Harga Kebutuhan Pokok di Surabaya Masih Stabil

Laporan oleh Anggi Widya Permani
Bagikan
Ilustrasi. Pembatas tirai plastik wajib ada di setiap lapak penjual aneka kebutuhan di Pasar Genteng, Surabaya. Foto: Dok/Totok suarasurabaya.net

Harga kebutuhan pokok di Kota Surabaya, Jawa Timur, relatif terpantau stabil selama libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021.

John Thamrun Anggota Komisi B Bidang Perekonomian DPRD Surabaya di Surabaya, Selasa (29/12/2020), mengatakan harga kebutuhan pokok masih stabil saat pihaknya melakukan inspeksi bersama Dinas Perdagangan dan Polrestabes Surabaya ke tiga pasar yakni Pasar Tambakrejo, Pasar Pabean dan Pasar Keputran Surabaya pada Senin (28/12/2020).

“Kami lihat harga kebutuhan pokok yang ada tidak ada kenaikan harga signifikan. Hanya harga telur ayam yang sedikit naik,” katanya, dilansir Antara.

Menurut dia, lonjakan harga yang paling terlihat ialah komoditas telur ayam yang mana harga eceran telur mencapai Rp25.000 per kilogram. Namun demikian, kata dia, pihaknya tidak menemukan harga telor di atasnya.

“Telor sedikit naik, jadi dari peternak ayam petelur menjual ke agen Rp22.000, kemudian agen ke pedagang Rp23.000, nah dari pedagang menjual ke masyarakat mencapai Rp25.000. Tidak kami temukan harga Rp28.000 seperti yang kami terima informasi,” ujarnya.

Ia mengindikasikan, ada pihak peternak ayam petelur yang ingin mengambil kesempatan untuk menaikkan harga selama akhir tahun.

Namun, kata dia, mereka melakukan imbauan dan peringatan agar tidak mengambil kesempatan agar warga tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan aman dan harga normal.

“Informasi kami dapat, peternak beralasan musim hujan, banyak ayam petelur yang mati, sehingga mereka menaikkan harga telur, mau tidak mau pedagang juga menaikkan harga. Namun, kami minta peternak untuk tidak menaikkan harga terlalu tinggi,” ujarnya.

Sedangkan, untuk harga bawang merah dan bawang putih cenderung turun dari sebelumnya di masa sebelum Hari Natal lalu.

“Untuk bawang putih, turun harga, sebelum Natal sekitar Rp22.500 ribu dan setelah dicek sekitar Rp19.000 ribu. Untuk harga daging ayam, gula, dan garam tidak ada kenaikan,” katanya.

John juga memastikan tidak ada indikasi penemuan penimbunan komoditas. Namun, kata dia, pedagang melakukan penyediaan stok tapi bukan jumlah besar.

Mereka menyimpan dalam jumlah wajar untuk penjualan komoditas sampai dengan tahun baru.

“Kami tidak menemukan ada penimbunan di Surabaya,” ujarnya.

Meski demikian, kata dia, pihaknya bersama Dinas Perdagangan mengimbau pedagang sekaligus meminta kepada kepala pasar supaya melakukan imbauan kepada pedagang pasar supaya menurunkan harga telor, dan komoditas agar tetap stabil hingga pergantian tahun.

“Karena kami ingin masyarakat mendapat stok aman dan terpenuhi kebutuhan pokoknya dengan harga normal terkendali menjelang tahun baru 2021,” katanya. (ant/ang)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Selasa, 30 November 2021
28o
Kurs