Minggu, 24 Januari 2021

OJK KR 4 Jatim Tingkatkan Literasi Keuangan Lebih dari 1.000 Guru SMP dan SMA

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Webinar bertajuk Literasi Produk Dan Layanan Keuangan di Perbankan, Industri Keuangan Non Bank, dan Pasar Modal yang melibatkan lebih dari 1.000 Guru SMP dan SMA/sederajat se-Jatim. Webinar ini digelar oleh OJK KR 4. Foto: Denza suarasurabaya.net

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional (KR) 4 menggelar Webinar Inovasi Lembaga Jasa Keuangan melibatkan lebih dari 1.000 Guru SMP dan SMA/sederajat se-Jatim.

Webinar ini hasil kerja sama OJK dengan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJKD) Jatim, Dinas Pendidikan Jatim, dan Komisi Nasional (Komnas) Pendidikan Jatim.

Bambang Mukti Riyadi Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur menjelaskan, ada sebanyak lebih dari 1.000 Guru SMP dan SMA di Jatim yang mengikuti webinar yang digelar tiga hari itu.

Webinar bertajuk Literasi Produk Dan Layanan Keuangan di Perbankan, Industri Keuangan Non Bank, dan Pasar Modal itu berlangsung pada 25 November, 30 November, dan 3 Desember 2020.

Bambang mengatakan, kegiatan ini rutin digelar setiap tahun termasuk di masa pandemi, mengingat peran strategis Guru yang jadi sasaran prioritas literasi keuangan oleh Presiden.

“Selain dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, kegiatan literasi ini adalah bagian dari upaya mendukung Peraturan Presiden Nomor 82/2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) untuk mendorong pencapaian tingkat Inklusi Keuangan di Indonesia,” katanya.

Webinar kepada Guru ini, kata dia, juga bagian dari rangkaian kegiatan literasi yang telah digelar pada 2020. Yakni program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan webinar series kepada lebih dari 5.000 pelajar/mahasiswa di Jatim.

Literasi keuangan, kata Bambang, tetap perlu dilakukan meskipun Indeks Inklusi Keuangan Jatim pada 2019 mencapai 87,96 persen atau melampaui Indeks Inklusi Keuangan nasional sebesar 76,19 persen.

“Karena pemerintah menargetkan, Indeks Inklusi Keuangan Nasional pada 2024 mendatang harus mencapai 90 persen,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima suarasurabaya.net, Jumat (4/11/2020).

Jumadi Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Jatim mewakili Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim menyampaikan sambutan untuk membuka acara webinar literasi keuangan itu.

Dalam sambutan yang disampaikan Jumadi, Khofifah Gubernur Jatim menyatakan literasi keuangan bagi pelajar usia 7-18 tahun penting dilakukan untuk mempersiapkan generasi muda
yang siap bersaing.

“Literasi keuangan terhadap pelajar ini kami harap mampu memberikan daya dorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Jawa Timur. Karenanya peran guru sangat penting,” ujarnya.

Peran penting guru dalam literasi keuangan inklusif ini, kata Khofifah, untuk menumbuhkan pemahaman perngetahuan pelajar mengenai industri keuangan dan pengelolaan keuangan yang benar dan aman.

“Tujuannya, supaya para pelajar ini tidak terjebak dalam praktek lembaga keuangan ilegal,” ujarnya. Dia berharap, kegiatan literasi keuangan kepada guru ini bisa berkelanjutan.(den/tin)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pak Nunut Pak …

Jelang Tol Manyar Banjir

‘Ranjau’ di Bawah Layang Trosobo

Empat Stand Pasar Ikan Hias Gunung Sari Terbakar

Surabaya
Minggu, 24 Januari 2021
24o
Kurs