Senin, 30 November 2020
OPOP Jawa Timur

Ponpes Darul Hikmah Jombang Program Wirausaha Bagus untuk Pesantren, Santri, dan Alumni

Laporan oleh Achmad Zainal Alim
Bagikan
Usaha kopi sehat Darhik yang kini menjadi komoditi andalan Pesantren Darul Hikmah Bareng Jombang. Foto: Dok. Suarasurabaya.net

Sudah menjadi tugas pesantren untuk membekali para santri setelah usai masa belajar kemudian kembali ke kampung halamannya. Ada yang menarik ketika berkunjung di lingkungan pondok pesantren satu dengan yang lain, selalu ada kesan berbeda. Menarik, karena banyak kegiatan berbeda yang kami temui.

Di Pesantren Darul Hikmah Bareng, Kabupaten Jombang, tampak para santri sedang belajar menghapal ilmu Nahwu Shorof. Kegiatan rutin wajib sebagai bekal mendalami bahasa Arab. Lamat-lamat tercium aroma kopi, yang dengan yakin tersembul di sekitar, tak lama setelah kami duduk lesehan.

Sejurus kemudian kami baru tahu, itu racikan kopi sehat yang disuguhkan kepada kami. Tidak lama sesudah itu kami pun ditemui Gus Sadamhuri ketua Koperasi Pesantren Darul Hikmah Jombang. Dari beliau kami dapat cerita bagaimana awal mula Kopi Darhik.

“Asalnya itu lucu, dari kisah kyai, dahulu pengasuh pondok Kami itu punya penyakit asam lambung. Setelah mencoba bermacam obat namun tidak kunjung sembuh. Tak lama kemudian beliau mendapat resep dari temannya, yaitu resep kopi sehat ini,” kisah Gus Adam, sapaan akrab Sadamhuri.

Resep itu terus dipraktekkan. Setelah beberapa kali dicoba, akhirnya menemukan racikan resep, seperti yang ada sekarang. “Kopi sehat ini cukup banyak khasiatnya, seperti mangatasi keluhan asam lambung, pegal-pegal, sakit kepala. Pengasuh kami itu setelah minum kopi ini, alhamdulillah asam lambungnya tidak kambuh lagi,” tambahnya.

Meski belum punya peralatan lengkap, seperti penggilingan dan lainnya, tidak menghalagi para santri belajar entrepreneur melalui bisnis kopi. Kata Gus Adam, para santri di sini tidak hanya diajari ngaji.

“Untuk santri selain mengaji mendalami kitab-kitab dan menghafal Al-Quran, juga diberikan kemampuan dasar lain, seperti kaligrafi, berternak, pertanian, salah satunya juga dengan bisnis kopi kesehatan ini,” ungkapnya.

Para santri diajarkan bagaimana cara pengolahan, hingga pemasaran, diharapkan kelak setelah kembali ke rumahnya juga punya daya saing dengan tamatan sekolah lain. “Jadi tidak sekedar mengaji saja!” tegasnya.
Usaha kopi sehat yang kini menjadi komoditi andalan Pesantren Darul Hikmah Bareng Jombang, kata Gus Adam juga mengalami pasang-surut.

“Sebenarnya sebelum masa pandemi itu pemasaran kopi ini lumayan. Tiap bulan sudah rutin ngirim ke luar kota, seperti di Jawa Tengah. Biasanya anak-anak membawa kopi dalam jumlah besar, itu lumayan hasilnya. Sebagian lainnya juga dititipkan di toko-toko jamu, apotek, atau ke pondok-pondok lain, seperti di Kediri. Hasilnya lumayan, kalau omset sekira 2-3 juta rupiah per bulan,” urainya.

Sementara menurut Gus Ahmad Subchi Mashadi ketua pesantren Darul Hikmah Bareng Jombang, bilang antara ngaji dan bikin kopi bagi santri punya cara sendiri.

“Alhamdulillaah, isya’allah bisa diatasi, bagi santri ada waktu khusus unutk menjalankan kegiatan agama. Dan di waktu-waktu kosong dimanfaatkan untuk mengelola kopi Darhik. Jadi para santri, kelak kalau kembali pulang, tidak hanya mempunyai ilmu kitab-kitab agama, tetapi juga punya kemampuan mengelola usaha kopi,” tuturnya.

“Program Wirausaha di pesantren ini jadi bekal bagus untuk pesantren, santri, dan alumni,” pungkas Gus Ahmad. Semoga, dengan dukungan OPOP Jatim segera tercapai segala harapan ya Gus! (lim)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Kemacetan di Perak Barat

Kecelakaan di Simpang Empat Mertex Mojokerto

Surabaya
Senin, 30 November 2020
26o
Kurs