Senin, 8 Agustus 2022

Avian Brands Tawarkan 10 Persen Saham Melalui IPO

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Dari kiri ke kanan, Hermanto Tanoko - Presiden Komisaris PT Avia Avian Tbk, Wijono Tanoko - Presiden Direktur PT Avia Avian Tbk, Robert Tanoko - Direktur Operasional & Pengembangan PT Avia Avian Tbk, Kurnia Hadi - Direktur Keuangan PT Avia Avian Tbk. Foto: Avian Brand

PT Avia Avian Tbk atau yang lebih dikenal Avian Brands berencana menggelar roadshow dan penawaran awal (bookbuilding) saham Avian Brands pada 12-18 November.

Perusahaan itu menunjuk Morgan Stanley, UBS, dan Credit Suisse sebagai joint global coordinators, dan PT Mandiri Sekuritas sebagai domestic lead underwriter.

Menurut Frost & Sullivan, Avian Brands jadi satu-satunya merek lokal di antara tiga pemain pasar teratas Indonesia yang melakukan initial public offering (IPO) sebanyak-banyaknya 10 persen saham kepada publik, baik investor domestik maupun internasional.

Avian Brands diklaim perusahaan pemimpin pasar market leader industri cat dekoratif di Indonesia dengan total pangsa pasar 20 persen berdasarkan pendapatan penjualan pada 2020.

Menjelang penawaran perdana itu, pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan terbit pada 29 November 2021 mendatang.

Selanjutnya, sesuai rencana, masa penawaran umum akan digelar pada 1-3 Desember 2021 dan pencatatan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berlangsung pada 7 Desember 2021.

Avian Brands akan menggunakan dana hasil IPO untuk modal kerja, belanja modal (capital expenditure), dan pembayaran kembali utang bank Avian Brands dan entitas anak.

Keperluan belanja modal itu termasuk untuk pembelanjaan modal fasilitas manufaktur ketiga milik Avian Brands yang baru di Cirebon, yang diperkirakan tuntas dibangun pada 2025 mendatang.

Fasilitas manufaktur Avian Brands jadi yang terbesar dengan perkiraan kapasitas produksi sebesar 225.000 metrik ton per tahun untuk mendukung rencana pertumbuhan dan ekspansi Avian Brands.

“Sebagai pemimpin pasar di industri cat dekoratif, dengan pusat distribusi terbanyak di Indonesia per 31 Mei 2021 berdasarkan laporan Frost & Sullivan, Avian Brands sangat siap untuk menangkap kesempatan yang ada,” ujar Ruslan Tanoko Wakil Direktur Utama Avian Brands, dalam keterangan tertulis di Surabaya, Jumat (12/11/2021).

Menurutnya, Avian Brands memiliki varian produk portofolio yang lengkap dan berhasil membentuk pusat distribusi yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara.

“Saat ini, Avian Brands memiliki 2 pabrik yang terintegrasi. Pabrik utama di Sidoarjo, Jawa Timur dan pabrik kedua di Serang, Banten. Total kapasitas secara kolektif lebih dari 286.000 metrik ton per tahun,” kata Robert Tanoko, Direktur Operasional dan Pengembangan Avian Brands.

Dia juga menjelaskan, hingga Mei 2021 Avian Brands memiliki 96 pusat distribusi sendiri ditambah 30 pusat distribusi dari pihak ketiga.

Secara keseluruhan, pusat distribusi itu melayani lebih dari 52.000 toko bahan bangunan yang tersebar di Indonesia.

Keluarga Tanoko, dengan dukungan tim manajemen yang berkualitas telah mengembangkan Avian Brands selama lebih dari empat dekade.

Saat ini, Avian Brands memiliki empat entitas anak yang dimiliki secara langsung dan 1 entitas anak yang dimiliki secara tidak langsung.

Entitas anak itu antara lain PT Tirtakencana Tatawarna yang memiliki 96 pusat distribusi, juga PT Solusi Rumah Praktis yang menyediakan jasa pengecatan di sekitar Jakarta.

Lainnya ada PT Tirtakencana Batamindo (yang dimiliki melalui PT Tirtakencana Tatawarna) dengan wilyah distribusi di daerah Batam.

Kemudian ada PT Bangun Bersama Solusindo yang merupakan joint venture (dengan pemilikan 50:50) dengan Saint Gobain Group yang memproduksi pelapis anti bocor 2 komponen berbahan dasar semen, serta PT Multipro Paint Indonesia yang bergerak di bidang manufaktur cat marine dan protective.

Avian Brands berencana melanjutkan ekspansi jaringan distribusi serta aktif mencari peluang untuk ekspansi, termasuk joint venture dan merger & akuisisi.

Selain itu, Avian Brands akan selalu menjaga operational excellence, serta fokus pada sustainability dan corporate responsibility (CSR).

Avian Brands juga diklaim memiliki profil keuangan yang kuat dengan tingkat pertumbuhan penjualan rata-rata di atas dua digit dan tingkat laba melebihi rata-rata industri sejenis.

Tingkat marjin EBITDA terakhir di atas 30 persen (periode Mei 2021), serta kemampuan arus kas yang kuat, dimana cash conversion rate mencapai 91 persen pada 2020 lalu.

Avian Brands punya dua segmen usaha. Pertama, segmen architectural solutions, terutama cat dekoratif. Kedua, segmen trading goods yang merupakan produk-produk pelengkap.

Segmen architectural solutions menyumbang 79 persen terhadap penjualan pada 2020 dan berkontribusi 92,5 persen terhadap laba kotor konsolidasi.

Sekadar diketahui, Soetikno Tanoko Pendiri Avian Brands mulai membangun usaha cat ini pada 1978 silam, berawal dari pabrik seluas 800 meter persegi.

Berkat kerja keras dan keuletannya, perusahaan terus berkembang pesat dengan sistem terintegrasi sehingga memiliki dua pabrik cat aktif dengan total kapasitas produksi lebih dari 286.000 metrik ton per tahun per 31 Mei 2021.

Pada 2020 lalu, Avian Brands telah menyelesaikan pembangunan gedung seluas 5.000 meter persegi untuk pusat riset, pengembangan, dan inovasi bernama Avian Innovation Center (AIC).

Untuk menunjukkan komitmen perusahaan atas pengelolaan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja sesuai standar internasional, Avian Brands telah berhasil menerapkan antara lain ISO 14001:2015 dan ISO 45001:2018.(wld/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Kecelakaan Truk Terguling di KM 750 Tol Waru

Kemacetan di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Senin, 8 Agustus 2022
26o
Kurs