Jumat, 25 Juni 2021

Ekonomi Digital Indonesia Berpotensi Tumbuh Delapan Kali Lipat Tahun 2030

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Muhammad Lutfi Menteri Perdagangan memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (10/6/2021). Foto: Biro Pers Setpres

Muhammad Lutfi Menteri Perdagangan mengatakan ekonomi digital Indonesia punya prospek yang sangat cerah dan akan terus tumbuh.

Berdasarkan data, tahun 2020 ekonomi digital berkontribusi pada empat persen gross domestic product (GDP).

Untuk tahun 2030, GDP Indonesia diprediksi akan tumbuh dari Rp15.400 triliun menjadi Rp24 ribu triliun.

“Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan tumbuh sampai delapan kali lipat dari sekarang di angka Rp632 triliun menjadi Rp4.531 triliun,” ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (10/6/2021).

Dari jumlah tersebut, e-commerce kata Lutfi, punya peran signifikan mencapai 34 persen atau setara Rp1.900 triliun.

Kemudian, bisnis ke bisnis mencapai 13 persen atau setara Rp763 triliun, dan teknologi kesehatan naik menjadi Rp471,6 triliun atau 8 persen dari pertumbuhan.

Pelaku perdagangan elektronik Indonesia memiliki level playing field yang sangat besar, mulai dari online travel, online media, ride hailing, hingga financial technology.

Walau begitu, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital di Tanah Air. Di antaranya, infrastruktur telekomunikasi, perlindungan konsumen di era digital, sumber daya manusia dengan keahlian khusus di bidang teknologi, hingga mengembangkan ekosistem digital itu sendiri.

Potensi ekonomi digital, sambung Menteri Perdagangan, juga harus terus diperluas ke dalam sejumlah sektor industri di Tanah Air.

Kalau hal itu dilakukan, ekonomi digital bisa terus tumbuh sesuai harapan.

“Kami juga sadar meski ekonomi digital kita empat persen pada hari ini, tetapi jumlah partisipasi, contohnya, dalam industri makanan dan minuman hari ini mencapai Rp3.669 triliun, dilayani oleh ekonomi digital baru Rp18 triliun,” imbuhnya.

Lutfi menambahkan, di masa mendatang, hilirisasi ekonomi digital ini akan bertumpu pada teknologi 5G, rantai blok (blockchain), kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan komputasi awan (cloud computing).

“Kami berharap ekonomi digital akan memperbaiki pertumbuhan Indonesia paling tidak dalam sektor logistik dan industri. Kalau kita lihat target sektor logistik kita yang akan tumbuh dari 23 persen, ongkos pada hari ini menjadi 17 persen, dengan adanya ekonomi digital ini perbaikan pada logistiknya akan jauh lebih baik,” pungkasnya.(rid/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran di Tanjungsari

Kemacetan di Tol Waru arah Dupak

Gerhana Bulan Total di Waru

Surabaya
Jumat, 25 Juni 2021
30o
Kurs