Minggu, 28 November 2021

IMF Peringatkan AS Soal Ancaman Kebangkrutan dan Pengangguran

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Kristalina Georgieva Direktur Pelaksana IMF berbicara pada konferensi pers menjelang World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss 20 Januari 2020. Foto: Reuters/Denis Balibouse

Ketua Dana Moneter Internasional (IMF) pada Jumat (5/2/2021) memperingatkan bahwa Amerika Serikat menghadapi ancaman kebangkrutan dan pengangguran jika tidak mempertahankan dukungan fiskal sampai krisis kesehatan Virus Corona berakhir.

Kristalina Georgieva Direktur Pelaksana IMF mengatakan kepada wartawan bahwa Amerika Serikat, memiliki ruang untuk mengambil tindakan lebih lanjut agar memberikan efek limpahan positif bagi ekonomi global.

Saat ditanya apakah dia mendukung rencana bantuan Joe Biden Presiden senilai 1,9 triliun dolar AS, Georgieva mengatakan, IMF mendukung fokus rencana tersebut pada vaksinasi, perawatan kesehatan, dukungan untuk pengangguran, dan bantuan kepada pemerintah negara bagian dan lokal.

Meskipun ekonomi mulai pulih, Georgieva mengatakan risiko tetap ada, terutama jika dukungan tidak dipertahankan cukup lama.

“Masih ada bahaya bahwa jika dukungan tidak dipertahankan sampai kita dapat keluar secara berkelanjutan dari krisis kesehatan, bisa terjadi gelombang kebangkrutan dan pengangguran yang berbahaya,” katanya dikutip Reuters yang dilansir Antara.

Pada 2020, dia mengatakan kebangkrutan AS lebih rendah dari rata-rata pada tahun-tahun normal karena dukungan fiskal. Untuk itu, penting untuk terus menyesuaikan dukungan tersebut pada 2021 sambil mempersiapkan dengan hati-hati saat beberapa bisnis tidak dapat bertahan.

“Kami ingin melihat tindakan kebijakan yang cermat dan penyesuaian yang baik. Kami ingin dukungan kebijakan ada di sana,” kata, dia menambahkan, “Perhatian yang besar diperlukan agar kami tidak berada dalam situasi yang sulit.”

Georgieva mengakui kekhawatiran yang diajukan oleh Lawrence Summers mantan Menteri Keuangan (Menkeu) tentang kemungkinan overheating ekonomi AS. Tetapi dia yakin bahwa Janet Yellen Menteri Keuangan baru akan mengawasi risiko tersebut dengan cermat.

“Memang kita harus waspada terhadap risiko, tetapi kita memiliki Menteri Keuangan terbaik untuk potensi risiko ini,” kata dia. “Dan saya yakin bahwa akan ada banyak perhatian yang diberikan untuk mengantisipasi dan, jika perlu , mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasi risiko ini.”(ant/tin/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Minggu, 28 November 2021
25o
Kurs