Jumat, 21 Januari 2022

Pacific Exposition II di Selandia Baru Diharapkan Bisa Hasilkan Transaksi Lebih Rp 1 Triliun

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Tantowi Yahya Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Selandia Baru, Samoa, Kerajaan Tonga, Kepulauan Cook dan Nieu. Foto: Istimewa

Retno Marsudi Menteri Luar Negeri, dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri (PPTM) awal Januari lalu mengatakan kalau Indonesia kembali akan mengadakan Pacific Exposition (PE) di Selandia Baru.

PE adalah eksibisi perdagangan, investasi dan pariwisata terbesar dan terlengkap di Pasifik, sekaligus event perdagangan terbesar yang pernah diselenggarakan Pemerintah Indonesia di luar negeri. Pameran ini adalah bagian dari program dan berbagai kerjasama yang Indonesia tawarkan ke negara-negara Pasifik dalam kerangka Pacific Elevation yang dilansir dua tahun lalu di Auckland, Selandia Baru.

“Pacific Elevation adalah komitmen kita untuk membangun perekonomian negara-negara di Pasifik. Jokowi Presiden mengharapkan Indonesia lebih tampil di kawasan ini dengan memberikan manfaat sebagai sesama negara Pasifik,” jelas Retno.

Menyikapi hal tersebut, Tantowi Yahya, Ketua Panitia Penyelenggara PE 2021 yang juga sebagai Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Selandia Baru, Samoa, Kerajaan Tonga, Kepulauan Cook dan Nieu menjelaskan, ekspo kedua ini akan diselenggarakan di Christchurch pada minggu kedua Oktober 2021.

“Pemilihan Christchurch didasari pada berbagai keuntungan yang ditawarkan kota tersebut diantaranya merupakan kota perdagangan kedua terbesar, pintu masuk ke Pulau Selatan yang merupakan pusat pariwisata Selandia Baru dan dukungan infrastruktur yang lengkap dan berkelas dunia termasuk didalamnya venue dan konektivitas,” ujar Tantowi dalam keterangannya, Jumat (19/2/2021).

Tantowi berharap, 20 negara dan teritori di kawasan ini termasuk Selandia Baru, Australia dan Indonesia akan menampilkan semua potensi mereka. Selain pemerintah, PE juga akan menampilkan berbagai perusahaan dari kawasan ini.

“Produk-produk komoditas seperti kopi, coklat, makanan jadi dan produk-produk maritim dan industri strategis diprediksi akan kembali menjadi primadona,” jelasnya.

Diharapkan, lanjut Tantowi, akan tercapai transaksi yang melebihi angka NZ$ 100 juta atau Ro 1 Triliun yang dicapai di ekspo pertama.

“Saya mempunyai keyakinan ekspo kedua ini akan sesukses yang pertama bahkan bisa lebih, melihat besarnya minat yang ditunjukkan calon peserta beberapa minggu setelah ekspo ini kami luncurkan,” tegas Tantowi.

“Kami sudah menjalin komunikasi dengan Pemerintah Selandia Baru dan perwakilan negara-negara Pasifik yang ada di Wellington dan respon mereka sangat positif dan membesarkan hati. Ini membuat kita semakin yakin, program seperti ini yang mereka butuhkan” kata Tantowi yang juga adalah Dubes RI Keliling untuk Pasifik.

Kata Tantowi, kawasan timur Indonesia secara geografis dan demografis adalah bagian dari Pasifik. Fakta ini terus digaungkan belakangan ini dalam rangka memperlancar jalan Imdonesia untuk berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyat di kawasan yang bertetangga langsung dengan Indonesia ini.(faz/lim)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Senja Penutup Tahun

Truk Derek Ringsek Setelah Tabrak Truk Gandeng Parkir

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Surabaya
Jumat, 21 Januari 2022
29o
Kurs