Selasa, 30 November 2021

Pandemi Covid-19, Ekspor Non Migas Jawa Timur Capai US$15,37 Miliar

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Konferensi pers BPS Jatim lewat zoom, Junat (15/10/2021).. Foto: tangkapan layar

Umar Sjaifudin Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Jawa Timur membenarkan bahwa meskipun pandemi Covid-19 belum usai, provinsi Jawa Timur mencatat ekspor non migas secara akumulatif  UD$15,37  Miliar. “Secara keseluruhan selama Januari sampai September 2021 ini, Jawa Timur mencatat nilai ekspor non migas 15,37 Miliar US Dolar, ” kata Umar, Jumat (15/10/2021).

Ditambahkan Umar, dari nilai total akumulatif ekspor non migas Jawa Timur tersebut yang terbesar adalah ke Amerika Serikat, kemudian Jepang dan Tiongkok. “Jumlah tertingginnya masih tujuan negara Amerika, disusul Jepang dan Tiongkok, ” tambah Umar.

Dari perkembangan ekspor impor non migas selama Januari sampai September 2021 di Jawa Timur, secara khusus pada bulan September 2021 ini terjadi penurunan untuk beberapa tujuan negara. Umar menyebut penurunan ekspor non migas terjadi pada negara Malaysia dan India.

“Dari total akumulatif capaian nilai ekspor non migas Jawa Timur menuju beberapa negara selama Januari sampai September 2021 ternyata ada penurunan pada negara tujuan Malaysia dan India. Namun demikian angkanya tidak terlalu tinggi,” kata Umar.

Sementara itu, untuk impor non migas Provinsi Jawa Timur, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur memberikan catatan bahwa pada bulan September 2021 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan Agustus 2021.

“Nilai impor non migas Jawa Timur pada September 2021 mencatat nilai total akumulatif sebesar US$2,15 Miliar turun sekitar 8,41 persen dibandingkan capaian total pada Agustus 2021, ” kata Umar.

Sedangkan nilai total impor non migas Jawa Timur selama Januari sampai dengan September 2021 secara kumulatif adalah US$15,32 Miliar, dengan distribusi untuk sejumlah negara ASEAN adalah US$1,97 Miliar.

BPS Provinsi Jawa Timur juga menyampaikan bahwa selama masa pandemi Covid-19 khususnya selama tahun 2021 produksi padi tertinggi di Jawa Timur dicapai Kabupaten Ngawi dengan total produksi 818,18 ribu ton. “Dan dari catatan itu, produksi padi atau beras di Jawa Timur selama tahun 2021 merupakan produsen atau penghasil beras tertinggi di Indonesia,” pungkas Umar.(tok/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Selasa, 30 November 2021
28o
Kurs