Rabu, 17 Agustus 2022

Pedagang Pasar Wonokromo dan DTC Mulai Terapkan QRIS

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Budi Hanoto Kepala Perwakilan BI Jawa Timur memberi sambutan di acara launching SIAP QRIS di Pasar Wonokromo dan DTC, Jumat(3/12/2021). Foto: Manda Roosa suarasurabaya.net

Bank Indonesia (BI) berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan melalui Program Pasar dan Pusat Perbelanjaan SIAP (Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai) berkomitmen untuk terus memperluas akseptasi pembayaran digital.

Salah satunya melalui fasilitasi penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) di pasar-pasar dan pusat perbelanjaan seperti yang dilakukan  di Pasar Wonokromo serta Pusat Perbelanjaan Darmo Trade Center (DTC) di kompleks Pasar Wonokromo.

Budi Hanoto Kepala Perwakilan BI Jawa Timur menyampaikan kegiatan Pasar SIAP QRIS di Pasar Wonokromo sebagai pasar legendaris di Surabaya serta Pusat Perbelanjaan Darmo Trade Center (DTC) di kompleks Pasar Wonokromo merupakan perluasan dari kegiatan yang dicanangkan di Pasar Kapasan 12 November 2021 yang lalu.

“Sebagai pilot project, terdapat 200 dari 1300 pedagang Pasar Wonokromo dan 75 dari 500 tenant DTC yang telah memiliki QRIS. Fasilitas umum pendukung seperti masjid dan area parkir mobil telah mengimplementasikan QRIS,” kata Budi Hanoto dalam sambutannya dalam launching  Pasar Rakyat dan Pusat Perbelanjaan SIAP QRIS, Jumat (3/12/2021).

Emil Dardak Wakil Gubenur Jawa Timur turut hadir di Deklarasi Digitalisasi Pasar Rakyat dan Pusat Perbelanjaandi Jawa Timur. Foto: Manda Roosa suarasurabaya.net

Melalui Program Nasional 12 Juta merchant QRIS, Bank Indonesia terus mendorong akuisisi QRIS. Sampai dengan akhir November 2021, jumlah merchant QRIS secara nasional telah mencapai 13 juta.

“Di Jawa Timur terdapat 1.535.611 merchant QRIS. Pencapaian ini melebihi target merchant yang ditetapkan dan menjadi capaian tertinggi ketiga di Indonesia, setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta,” ujarnya.

Ke depan ia berharap program SIAP QRIS ini akan direplikasi di seluruh pasar di Kota Surabaya dan terus diperluas ke daerah lainnya di Jawa Timur, sejalan dengan komitmen perbankan untuk memfasilitasi pembayaran non tunai untuk percepatan kebangkitan ekonomi Jawa Timur.

Emil Elestianto Dardak Wakil Gubenur Jawa Timur yang turut hadir di di acara ini mengatakan bahwa pandemi Covid-19 telah mendorong kemudahan bertransaksi secara digital.

Kegiatan peluncuran ini menjadi momentum untuk mempersiapkan pasar dan pusat perbelanjaan dalam memasuki era kenormalan baru.

“Jawa Timur tentunya juga sangat siap untuk mengintegrasikan stertegi QRIS ini di lokasi-lokasi wisata, agar masyarakat tergerak menggunakan payment gateaway milik bangsa,” katanya. (man)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Rabu, 17 Agustus 2022
31o
Kurs