Rabu, 17 April 2024

Progres Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sudah 73 Persen

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Joko Widodo Presiden meninjau progres pembangunan konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Selasa (18/5/2021), di Tunnel #1 KCJB, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Foto: Biro Pers Setpres

Joko Widodo Presiden, siang hari ini, Selasa (18/5/2021) meninjau perkembangan pembangunan konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Peninjauan berawal di lokasi Casting Yard #1 di Kelurahan Warunghaja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, yang merupakan fasilitas seluas 165.500 meter persegi untuk memproduksi box girder untuk selanjutnya didistribusikan ke area Jakarta-Karawang selama proses pembangunan.

Di situ, Kepala Negara melakukan inspeksi dan memperoleh pemaparan perkembangan pembangunan.

Presiden juga menerima kabar perkembangan pembangunan yang berlangsung di sejumlah titik, yaitu Stasiun Halim, Tunnel #6, dan Track Laying Base melalui konferensi video.

Dari titik peninjauan pertama, Presiden dan rombongan terbatas bergerak menuju lokasi peninjauan selanjutnya yang berada di Tunnel #1 KCJB.

Terowongan dengan panjang keseluruhan mencapai 1.885 meter tersebut melintas di bawah Tol Jakarta-Cikampek.

Pembangunan salah satu proyek strategis nasional itu ditargetkan selesai awal tahun 2022, dan bisa mulai beroperasi akhir tahun depan.

“Tadi dilaporkan pada saya telah selesai 73 persen, dan nanti awal tahun depan sudah masuk persiapan untuk operasi. Diharapkan di akhir tahun 2022 Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah bisa diujicobakan, tentu saja setelah uji coba langsung masuk ke operasional,” ujar Presiden di lokasi Tunnel #1 KCJB, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Jokowi berharap KCJB bisa terintegrasi dengan moda transportasi lain seperti lintas rel terpadu (LRT) dan moda raya terpadu (MRT) di Jakarta.

Konektivitas antarmoda transportasi tersebut akan memudahkan para pengguna layanan transportasi dari satu tempat ke tempat lainnya sehingga akan menciptakan daya saing dan efektivitas.

“Kita berharap dari pembangunan kereta cepat ini juga ada transfer teknologi di mana SDM-SDM kita mampu menangkap dan mengambil ilmu dari pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung,” imbuh Presiden.

Sekadar diketahui, rangkaian KCJB bermula dari Stasiun Halim, Jakarta, yang akan berperan sebagai stasiun keberangkatan sekaligus kedatangan dan berakhir di Stasiun Tegalluar, Bandung.

Dengan panjang rute keseluruhan mencapai 142,3 kilometer, waktu tempuh KCJB diperkirakan sekitar 46 menit.(rid/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Rabu, 17 April 2024
29o
Kurs