Minggu, 25 September 2022

Rupiah Menguat 8 Poin, Yen dan Franc Tergelincir Saat Kekhawatiran Omicron Surut

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi rupiah. Foto: Antara

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi menguat 8 poin atau 0,06 persen ke posisi Rp14.311 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.319 per dolar AS.

Sementara itu mata uang safe-haven yen dan franc Swiss melemah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), membalikkan beberapa pergerakan Jumat (26/11/2021) ketika seluruh negara di dunia mencari informasi tentang mutasi terbaru dan dampak varian virus corona Omicorn.

Varian Omicron, pertama kali terdeteksi di Afrika selatan, membuat khawatir aksi jual di pasar keuangan pada Jumat (26/11/2021) dan diperkirakan semakin mengganggu pemulihan ekonomi yang sedang berkembang setelah pandemi dua tahun.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada Senin (29/11/2021) bahwa varian tersebut membawa risiko lonjakan infeksi yang sangat tinggi karena lebih banyak negara menutup perbatasan.

Euro, yang naik terhadap dolar pada Jumat (26/11/2021), kini melemah 0,4 persen menjadi pada 1,1271 dolar AS. Yen Jepang melemah terhadap dolar, di mana dolar naik 0,2 persen menjadi 113,76 yen.

Franc Swiss juga membalikkan pergerakan baru-baru ini. Pada Jumat (26/11/2021) franc mengalami lompatan satu hari terbesar terhadap dolar sejak Juni 2016, pergerakan harian yang sedikit lebih besar daripada di puncak guncangan pasar pertama yang disebabkan oleh virus corona pada Maret 2020.

Seperti dolar, baik yen maupun franc Swiss cenderung naik pada saat terjadi tekanan keuangan. Namun, pada Senin (29/11/2021), franc Swiss turun 0,3 persen versus greenback pada 0,9244 franc per dolar AS.

Seperti dilansir dari Antara, analis mengatakan pasar mata uang kemungkinan akan tetap bergejolak sampai varian baru lebih dipahami.

Goldman Sachs mengatakan tidak akan mengubah perkiraan ekonominya berdasarkan varian Omicron sampai kemungkinan dampaknya menjadi lebih jelas.

Di Amerika Serikat, Presiden Joe Biden mengatakan negara itu tidak akan kembali ke lockdown musim dingin ini, tetapi mendesak orang-orang untuk divaksinasi, mendapatkan booster dan memakai masker.

Pasar agak tenang pada Senin (29/11/2021), dengan pasar saham AS dan harga minyak rebound karena investor mengambil pandangan yang lebih seimbang, menunggu sampai dampak varian menjadi lebih jelas.

Sedangkan ahli strategi dan pedagang mengatakan bahwa tantangan pemulihan ekonomi menguntungkan dolar sebagai tempat yang aman.

“Tantangan lain untuk pemulihan ekonomi global tampaknya menunjukkan bahwa itu menguntungkan dolar sebagai tempat yang aman,” kata Juan Perez, ahli strategi dan pedagang valas di Tempus Inc di Washington. (ant/wld/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling di Raya Kedamean Gresik

Truk Mogok di Mastrip arah Kedurus

Mobil Terbalik di Merr Surabaya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Surabaya
Minggu, 25 September 2022
32o
Kurs