Kamis, 29 September 2022

Ekspor, Impor, dan Neraca Perdagangan Jawa Timur Juli 2022 Turun Semua

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat ekspor Jawa Timur bulan Juli 2022 mengalami penurunan sebesar 1,48 persen dibandingkan bulan Juni 2022, yaitu dari USD 2,03 miliar menjadi USD 2,00 miliar. Sementara, dibandingkan Juli 2021, nilai ekspor mengalami kenaikan sebesar 11,97 persen.

“Penurunan ekspor dibanding bulan lalu disebabkan oleh turunnya kinerja ekspor migas di Jawa Timur,” kata Dadang Hardiawan Kepala BPS Jatim saat konferensi pers di Ruang Video Conference (Vicon), Kantor BPS Jawa Timur pada Senin (15/8/2022).

Lanjut dia, jika dibandingkan dengan Juni 2022, ekspor sektor nonmigas naik sebesar 1,39 persen, yaitu dari USD 1,90 miliar menjadi USD 1,93 miliar. Nilai ekspor nonmigas tersebut memberikan kontribusi sebesar 96,34 persen dari total ekspor Juli 2022. Jika dibandingkan Juli 2021, nilai ekspor sektor nonmigas mengalami kenaikan sebesar 11,93 persen.

Sedangkan, nilai ekspor sektor migas Juli 2022 turun sebesar 43,55 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu dari USD 129,69 juta menjadi USD 73,20 juta. Peranan ekspor nonmigas menyumbang 3,66 persen total ekspor Jawa Timur pada Juli 2022. Jika dibandingkan dengan Juli 2021, nilai ekspor migas naik sebesar 13,18 persen.

Kemudian ia melanjutkan untuk pemaparan impor, di bulan Juli 2022, nilai impor mengalami penurunan sebesar 1,90 persen dibandingkan Juni 2022, yaitu dari USD 3,19 miliar menjadi USD 3,13 miliar.

Ia juga menambahkan sebab turunnya nilai impor tersebut. “Penurunan nilai impor ini disebabkan oleh kinerja impor sektor migas dan nonmigas Jawa Timur yang mengalami penurunan secara simultan,” ucapnya.

Lanjut dia, impor migas di bulan Juli 2022 mengalami penurunan sebesar 4,27 persen, dari USD 945,53 juta menjadi USD 905,13 juta. Impor migas menyumbang 28,94 persen dari total impor Jawa Timur pada Juli 2022. Nilai impor migas ini mengalami peningkatan sebesar 100,05 persen jika dibandingkan dengan bulan Juli 2021.

Sedangkan, nilai impor nonmigas Juli 2022 juga mengalami penurunan sebesar 0,90 persen dibandingkan Juni 2022, yakni dari USD 2,24 miliar menjadi USD 2,22 miliar. Impor nonmigas menyumbang 71,06 persen dari total impor Jawa Timur pada Juli 2022. Dibandingkan dengan Juli 2021, nilai impor nonmigas mengalami peningkatan sebesar 31,02.

Sementara untuk neraca perdagangan, selama Juli 2022 mengalami defisit sebesar USD 1.127,17 juta. “Defisit ini disebabkan karena defisit nilai perdagangan pada sektor nonmigas sebesar USD 831,92 juta, demikian juga di sektor nonmigas mengalami defisit nilai perdagangan sebesar USD 295,25 juta,” jelasnya.

Secara kumulatif, selama Januari-Juli 2022 neraca perdagangan Jawa Timur juga masih mengalami defisit sebesar USD 5,41 miliar. Hal ini disebabkan karena defisit pada sektor migas sebesar USD 4,39 miliar dan sektor nonmigas sebesar USD 1,02 miliar.

Menurutnya, kondisi ini membuat kedua sektor tersebut perlu peningkatan kinerja agar neraca perdagangan Jawa Timur secara kumulatif berubah menjadi surplus di periode berikutnya. Selain itu, perlu upaya untuk menekan atau mengurangi defisit dari sektor migas.(ris/iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling di Raya Kedamean Gresik

Truk Mogok di Mastrip arah Kedurus

Mobil Terbalik di Merr Surabaya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Surabaya
Kamis, 29 September 2022
31o
Kurs