Rabu, 29 Juni 2022

Harga Ekspor Karet Melemah Dampak RRT Melakukan Lockdown

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi petani karet. Foto: Antara

Harga karet jenis TSR20 di bursa berjangka Singapura mengalami tren penurunan akibat Republik Rakyat Tiongkok (RRT), sebagai pembeli utama komoditas itu melakukan kebijakan lockdown untuk mengendalikan Covid-19.

“Dari 5 April harga masih bisa sebesar 1,773 dolar AS për kg, pada 5 Mei tinggal 1,644 dolar AS per kg,” ujar Edy Irwansyah Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Utara, Kamis (5/5/2022) dilansir Antara.

Lockdown yang dilakukan RRT, sangat berpengaruh besar pada harga karet di pasar global karena tidak adanya permintaan pembelian dari negara itu.

Selain itu, penyebab lain turunnya harga karet, ujar Edy Irwansyah, adalah langkah Thailand yang menjual harga jual komoditas itu lebih murah dibandingkan produk negara produsen karet alam lainnya seperti Indonesia, sehingga pembeli memilih membeli dari negara tersebut.

Produktivitas karet Thailand yang lebih tinggi dibandingkan Indonesia, memberikan kemungkinan negara itu menjual dengan harga lebih rendah.

“Akibatnya harga ekspor karet terus berfluktuasi dengan tren menurun,” ujarnya.

Volume ekspor karet Sumatera Utara sendiri, pada triwulan I 2022 tercatat masih turun sebesar 4,97 persen dibanding periode sama pada 2021, atau menjadi 95.188 ton.

“Harapannya volume ekspor bisa meningkat sehingga nilai ekspor masih tertolong,” paparnya. (ant/bil/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 29 Juni 2022
25o
Kurs