Jumat, 9 Desember 2022

Menkeu Sebut Tiga Kunci Sembuhkan ‘Luka Memar’ Ekonomi Nasional Pascapandemi Covid-19

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Sri Mulyani Indrawati Menteri Keuangan. Foto: Kemenkeu

Sri Mulyani Indrawati Menteri Keuangan (Menkeu) menyampaikan upaya Pemerintah meredam efek dari ‘luka memar’ atau scarring effect pascapandemi Covid-19.

Antara lain, menyehatkan masyarakat, menyehatkan perekonomian, sekaligus menyehatkan APBN yang sudah bekerja sangat keras.

“Jadi, ada tiga aspek yang perlu disehatkan bersama-sama. Masyarakat yang terkena Covid-19, ekonomi yang juga lesu karena adanya pandemi dan sekarang guncangan yang baru, serta APBN juga harus kembali disehatkan. Ini tugas yang sangat sangat luar biasa,” ucap Menkeu dalam pidatonya pada acara Executive Development Program (EDP) bertema “Arah Kebijakan Fiskal Dalam Menghadapi Scarring Effect” yang diselenggarakan BPJS Ketenagakerjaan, Rabu (28/9/2022).

Menkeu melanjutkan, Indonesia merupakan salah satu negara yang ekonominya sudah pulih secara cepat. Pada Kuartal II 2022, stabilitas keuangan Indonesia relatif masih terjaga dan perbaikan ekonomi domestik diperkirakan terus berlanjut.

Hal itu ditopang peningkatan konsumsi, investasi, kinerja ekspor-impor, dan membaiknya neraca pembayaran. Namun, risiko atas memburuknya resesi global perlu terus diwaspadai.

“Tahun depan, berbagai lembaga dunia memberikan prediksi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif lebih lemah namun tidak terlalu signifikan. Karena, dunia memang diprediksi akan mengalami perlemahan ekonomi yang sangat-sangat signifikan atau bahkan mungkin masuk di dalam resesi. Yang perlu diingat, situasi seperti itu tidak boleh membuat kita terlena. Kita harus tetap waspada,” tegasnya.

Di sisi lain, lanjut Menkeu, pandemi membuat sebagian besar masyarakat di dunia beradaptasi pada situasi normal yang baru atau new normal, serta menemukan cara kerja baru. Sehingga, muncul fenomena new way of working.

Behaviour dari labor berubah. Kemudian, mereka membuat banyak sekali rekalibrasi terhadap kegiatan dan keputusan mengenai hidupnya, pekerjaannya, dan tentu saja ini berpengaruh sangat besar,” ucapnya.

Untuk memperkuat fondasi perekonomian Indonesia, Menkeu meminta BPJS Ketenagakerjaan mendalami kondisi tenaga kerja dan mengidentifikasi demografi di Indonesia.

“Ini tentu akan menentukan bagaimana sebuah perekonomian akan terus berkembang, karena labor relation itu adalah salah satu fondasi yang sangat penting bagi sebuah perekonomian,” paparnya.

Sri Mulyani berharap, BPJS Ketenagakerjaan terus mengelola dana yang luar biasa besar dari para tenaga kerja di indonesia dengan baik, ubtuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi tenaga kerja dan pasar tenaga kerja di Indonesia.

“Saya tentu berharap sebagai institusi yang mengelola resources luar biasa, tata kelola harus dibuat baik, efisiensi, investasi harus dibuat secara sangat prudent namun juga maksimal dari sisi return-nya. Itu adalah amanah yang sangat sangat penting,” tutup Menkeu.(faz/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Jumat, 9 Desember 2022
30o
Kurs