Jumat, 9 Desember 2022

Nilai Tukar Nelayan di Jatim Mengalami Penurunan pada September Tahun Ini

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Seorang nelayan membersihkan perahu miliknya di pantai Kondangmerak, Malang, Jawa Timur, Sabtu (24/9/2022). Foto: Antara

Badan Pusat Statistik Jawa Timur pada Senin (3/10/2022) mencatat adanya penurunan Nilai Tukar Nelayan (NTN) sebesar 2,08 persen per bulan September 2022. NTN turun dari 104,64 pada bulan Agustus 2022 menjadi 102,45 pada bulan September 2022.

BPS menyebut, ini disebabkan indeks harga yang diterima nelayan naik 0,20 persen dan indeks harga yang dibayar nelayan juga naik sebesar 2,32 persen. Adanya NTN yakni untuk menunjukan daya tukar dari produk perikanan tangkap dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

Berdasarkan penurunan NTN pada September 2022, terdapat sepuluh komoditas utama ikan yang mengalami kenaikan harga secara signifikan. Sepuluh komoditas itu antara lain yakni, cumi-cumi, teri, cakalang, kakap, layur (beladang), selar (oci/tude), udang laut, tenggiri, lemuru (dencis), dan belanak (bulana). Kenaikan harga tersebut berpengaruh pada tingkat jual beli di pasaran.

Harga yang dibayar nelayan pada bulan September 2022 dibanding bulan lalu juga mengalami kenaikan dari 111,51 menjadi 114,10. Yang artinya daya beli konsumsi kebutuhan nelayan justru naik.

Selain itu, ada beberapa komoditas indeks harga dibayar nelayan yang mengalami kenaikan, yakni solar, benin, ongkos angkut, beras, perahu tanpa motor, rokok kretek filter, cabai rawit, ketimun, rokok kretek, dan jeruk.

Perkembangan NTN bulan September 2022 terhadap Desember 2021 (tahun kalender) turun sebesar 0,17 persen. Adapun perkembangan NTN bulan September 2022 terhadap September 2021 (year on year) turun sebesar 1,64 persen.

Kemudian dari enam provinsi di pulau Jawa yang dirinci penghitungan NTN pada bulan September 2022, hanya satu provinsi yang NTN-nya naik. Provinsi DKI Jakarta menjadi satu-satunya provinsi yang mengalami kenaikan, yakni sebesar 1,40 persen. Adapun yang mengalami penurunan NTN adalah Provinsi Banten yang turun sebesar 1,79 persen, Provinsi Jawa Timur turun 2,08 persen, Provinsi Jawa Barat turun 2,30 persen, Provini DI Yogyakarta turun 3,20 persen, dan terakhir adalah Provinsi Jawa Tengahn yang turun sebesar 3,85 persen.(rum/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Jumat, 9 Desember 2022
30o
Kurs