Rabu, 28 Februari 2024

Pertamina Jelaskan Penyebab Harga Pertamax Naik

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Sejumlah pengendara mengisi bahan bakar di SPBU. Foto: Antara

Irto Ginting Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga mengatakan kenaikan harga pertamax tidak lepas dari perkembangan harga minyak dunia. Krisis geopolitik Rusia-Ukraina menyebabkan harga minyak dunia melambung sampai di atas 100 dolar AS per barel. Indonesian Crude Price (ICP) kita juga tercatat cukup tinggi 114,55 dolar AS per 24 Maret.

“Lonjakannya cukup tinggi. Menyikapi hal ini memang tidak terelakkan lagi untuk penyesuaian harga, khususnya Pertamax,” ujar Irto kepada Radio Suara Surabaya, Jumat (1/4/2022).

Irto menjelaskan, Pertamina telah berlaku selektif terhadap BBM nonsubsidi yang harganya akan disesuaikan dengan harga minyak dunia. Secara total, konsumsi BBM nonsubsidi hanya 17 persen dari konsumsi BBM. Sebanyak 14 persennya Pertamax dan 3 persennya Pertamax Turbo atau Dex Lite. Sementara, 83 persennya BBM subsidi baik solar subsidi maupun Pertalite yang harganya tidak berubah.

Melihat harga keenomian yang cukup tinggi, Kementerian ESDM telah menetapkan batas atas Rp14 ribu. Kemudian, kenaikan harga minyak bumi di bulan Maret, batas atas harga keenomian sekitar Rp15 ribu. Namun, setelah mempertimbangkan daya beli masyarakat, Pertamina menetapkan kenaikan Pertamax di level Rp12.500 dari harga Rp9.000 per liter.

“Memang tidak menutupi sampai harga ekonomi tapi sudah mengurangi beban Pertamina. Sudah tiga tahun ini tidak ada perubahan harga. Semoga harga minyak turun sehingga (harga BBM) kami sesuaikan lagi,” tutur Irto.

Kenaikan harga Pertamax bervariasi di seluruh Indonesia. Ada yang Rp12.500, Rp12.750, dan Rp13.000 tergantung besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) tiap daerah.

“Potensi perpindahan 14 persen pengguna Pertamax mungkin ada, tapi konsumen Pertamax itu umumnya mereka yang tahu akan kebutuhan mesin kendaraan mereka. Silakan dilihat di buku manual kendaraannya tertulis di sana kebutuhan RON-nya berapa. Jadi bila ingin awet mesinnya, tarikannya juga lebih baik, umumnya mereka tetap akan menggunakan BBM dengan RON yang lebih tinggi. ya minimal seperti Pertamax,” ujar Irto mengenai dampak kenaikan harga Pertamax. (iss/faz)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Rabu, 28 Februari 2024
27o
Kurs