Kamis, 2 Februari 2023

Rupiah Awal Pekan Melemah dipicu Kurangnya Pasokan Dolar AS

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Rupiah dan dolar AS. Foto : Istimewa

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (28/11/2022) pagi, melemah dipicu berkurangnya pasokan dolar AS.

Rupiah pagi ini melemah 55 poin atau 0,35 persen ke posisi Rp15.728 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.673 per dolar AS.

“Untuk saat ini sentimen yang mempengaruhi pergerakan dolar terhadap rupiah adalah isu dollar shortage, di mana dengan tingginya tingkat suku bunga The Fed, banyak investor yang memindahkan dolarnya ke AS,” kata Revandra Aritama analis keuangan saat dihubungi Antara, Senin.

Menurut Revandra, banyaknya investor yang memindahkan dolarnya ke AS, membuat suplai dolar AS di Tanah Air menjadi turun.

“Akibatnya harga dolar terus menekan rupiah walaupun dari sisi kebijakan The Fed disebut mulai memperlambat kenaikan nilai suku bunga, dan Bank Indonesia juga sudah menaikkan tingkat suku bunga acuan,” ujar Revandra.

Di sisi lain, protes terhadap pembatasan Covid-19 di China memicu ketidakpastian dan merusak sentimen, serta mendorong investor yang gelisah menuju mata uang safe-haven.

Perkembangan terbaru di China itu telah menghentikan penurunan dolar AS, yang telah melemah selama beberapa minggu terakhir di tengah harapan bahwa The Fed akan segera memperlambat laju kenaikan suku bunganya.

Ariston memperkirakan hari ini rupiah berpotensi menguat ke arah Rp15.630 per dolar AS dengan potensi resisten Rp15.700 per dolar AS.

Sebagai informasi, pada Jumat (25/11/2022) pekan lalu, rupiah ditutup melemah 8 poin atau 0,05 persen ke posisi Rp15.673 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.665 per dolar AS. (ant/bil/rst)

Berita Terkait