Rabu, 8 Februari 2023

Rupiah Terus Menguat Seiring Ekspektasi The Fed Kendurkan Suku Bunga

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi. Foto: Antara

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta terus menguat di awal pekan, seiring ekspektasi pelaku pasar. Ini disebabkan bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed) akan mengendurkan kenaikan suku bunga.

Rupiah pagi ini menguat 38 poin (0,25 persen) ke posisi Rp15.388 per dolar AS daripada saat penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.426 per dolar AS.

“Rupiah masih berpeluang menguat hari ini terhadap dolar AS. Pasar masih mempercayai The Fed akan mengendurkan kenaikan suku bunga acuannya ke depan,” kata Ariston Tjendra pengamat pasar uang saat dihubungi Antara di Jakarta, Senin (5/12/2022).

Ariston melanjutkan, banyak analisis memperkirakan resesi akan melanda perekonomian Amerika Serikat sehingga mendorong The Fed tidak memberlakukan kebijakan moneter sangat ketat.

Selain itu, sikap pemerintah China yang melonggarkan pembatasan aktivitas dalam penanganan pandemi Covid-19, membantu memberikan sentimen positif ke aset berisiko.

“Kebijakan ini bisa mendukung pertumbuhan ekonomi China dan membantu perekonomian negara mitranya. Ini bisa mendukung penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini,” ujar Ariston.

Investor berharap, dengan melonggarkan pembatasan pandemi di China, pada akhirnya akan mencerahkan prospek pertumbuhan global dan permintaan komoditas.

Pada Minggu (4/12/2022), sudah banyak kota di China yang mengumumkan pelonggaran pembatasan Covid-19, ketika Beijing membuat kebijakan nol-nya lebih bertaget dan tidak memberatkan setelah adanya protes baru-baru ini terhadap pembatasan.

Ariston memperkirakan rupiah berpotensi menguat ke arah Rp15.380 per dolar AS dengan potensi pelemahan Rp15.450 per dolar AS pada hari ini.

Penutupan perdagangan pada Jumat (2/12/2022), rupiah menguat 137 poin atau 0,88 persen ke posisi Rp15.426 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.563 per dolar AS.(ant/tik/rst)

Berita Terkait