Rabu, 1 Februari 2023

Sri Mulyani: Partisipasi RI Penting dalam Komitmen Transisi Batu Bara

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Sri Mulyani Menteri Keuangan (Menkeu) dalam acara Bloomberg CEO Forum: Moving Forward Together yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat (11/11/2022). Foto: Antara

Sri Mulyani Menteri Keuangan (Menkeu) menilai partisipasi Indonesia penting dalam komitmen transisi batu bara global lantaran Indonesia adalah produsen batu bara terbesar di dunia.

“Semua negara kaya juga meminta pemenuhan komitmen transisi kepada Indonesia karena tanpa partisipasi Indonesia tidak mungkin mewujudkan komitmen global ini,” ujar Menkeu dalam acara “Bloomberg CEO Forum: Moving Forward Together” yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat (11/11/2022).

Dia menuturkan, Joko Widodo (Jokowi) Presiden RI telah mengumumkan Indonesia akan mengalami transisi energi pada Konferensi Perubahan Iklim Persatuan Bangsa Bangsa ke-26 (The 26th United Nations Climate Change Conference of the Parties/COP26) tahun lalu.

Dalam komitmen tersebut, Indonesia akan melakukan pensiun batu bara lebih awal. Bahkan Pemerintah Indonesia bersama PT Pembangkit Listrik Negara (PLN) telah merancang untuk mengenali pembangkit listrik yang akan dipensiunkan, jumlah biaya, kondisi dari sisi fiskal, neraca PLN, serta pihak swasta.

Mengutip Antara, Sri Mulyani mengungkapkan telah melakukan pembahasan dengan pihak swasta terkait pembangkit listrik milik swasta atau Independent Power Producer (IPP) yang akan dipensiunkan.

Selain itu, Indonesia juga berusaha memenuhi komitmen transisi batu bara dengan memperkenalkan pajak karbon serta pembahasan terkait pengenalan pasar karbon yang merata di Indonesia.

“Apa yang saya katakan adalah bahwa Indonesia sedang melakukan banyak pekerjaan yang sangat serius dan kredibel agar kami dapat memenuhi komitmen ini,” ujarnya.

Dia berharap agar seluruh negara dapat berpartisipasi, terutama negara yang mencemari udara dengan emisi karbon agar bisa mengkompensasinya.(ant/tik/ipg)

Berita Terkait