Senin, 26 Februari 2024

Teten Masduki: 86 Persen Bisnis UMKM Bergantung pada Internet

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat mengunjungi stan salah satu pelaku UMKM dalam kegiatan Jakarta Kreatif Festival 2022 di Mal Sarinah, Jakarta, Kamis (16/6/2022). Foto: Antara

Teten Masduki Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), menyatakan ekonomi digital sangat lekat dengan pemanfaatan aspek terhadap proses bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan koperasi.

“Tercatat 86 persen pelaku UMKM tergantung pada internet untuk menjalankan kegiatan usahanya, 73 persen memiliki akun pada lokapasar digital dan 82 persen promosi melalui internet,” ujarnya dalam side event G20 Indonesia bertajuk Digital Economy to Support SDGs yang dipantau di Jakarta, Senin (8/8/2022) dikutip Antara.

Teten menjelaskan, UMKM yang menyumbangkan 61 persen terhadap Poduk Domestik Bruto (PDB) Nasional memiliki peran penting dalam peta ekonomi digital Indonesia.

Peran itu tidak lantas surut saat pandemi menerpa Indonesia, karena kemampuan adaptasi UMKM yang bertransformasi selama pandemi terbukti menjadi faktor kunci resiliensi UMKM di Indonesia.

“Studi oleh World Bank menyebutkan bahwa 80 persen UMKM yang telah hadir dalam ekosistem digital memiliki resiliensi lebih baik di masa pandemi,” kata Teten.

Transformasi digital UMKM Indonesia menjadi sebuah keniscayaan pada era disrupsi digital dalam penghujung pandemi Covid-19 dan dihadapkan potensi bonus demografi.

Sebelumnya, Joko Widodo Presiden RI telah menyampaikan arahan terkait percepatan transformasi digital UMKM Indonesia. Pemerintah menargetkan ada 30 juta UMKM onboarding dalam ekosistem digital pada tahun 2024.

Per Juni 2022, Kementerian Koperasi dan UKM mencatat sudah ada 19,5 juta pelaku UMKM atau sebesar 30,4 persen dari total UMKM telah hadir pada platform e-commerce.

Pemerintah terus mendorong penciptaan nilai ekonomi baru untuk menghadirkan UMKM dalam ekosistem digital, mempercepat satu juta UMKM onboarding dalam platform pengadaan barang dan jasa pemerintah, serta memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri.

Tak hanya itu, kepala negara juga menyampaikan arahan untuk memastikan agar platform lokapasar daring dalam negeri terlindungi.

“Ketiga arahan tersebut merupakan panduan bagi kami dalam mempersiapkan program-program transformasi digital yang utuh dari hulu ke hilir serta melibatkan semua stakeholder terkait,” jelas Teten.

“Hal ini merupakan upaya atau ikhtiar agar potensi ekonomi UMKM di Indonesia dapat menghadirkan manfaat sebuah seluasnya bagi masyarakat,” imbuhnya. (ant/ris/bil)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Senin, 26 Februari 2024
26o
Kurs