Senin, 6 Februari 2023

Tingkat Pengangguran Terbuka Sidoarjo Turun 2,07 Persen, Terbaik Se-Jatim

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Ahmad Muhdlor Ali Bupati Sidoarjo dalam Collabo Leaders: Thre3 Mas Kada di Suara Surabaya Center, Senin (8/2/2021). Foto: Anton suarasurabaya.net

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Sidoarjo, Jawa Timur turun sebesar 2,07 persen.

TPT di Sidoarjo menurun dari 10,87 persen per Agustus 2021 menjadi 8,80 persen per Agustus 2022, sehingga capaian ini menunjukkan persentase penurunan tertinggi di Jawa Timur. Ini sekaligus menunjukkan progresivitas kinerja penanganan pengangguran di Sidoarjo yang cukup baik.

“Ini tentu berkat gotong royong semuanya. Ada stimulus dari Pemkab Sidoarjo untuk menumbuhkan dunia usaha, ada gerak usaha BUMN dan swasta yang tumbuh positif karena kita jaga betul iklim investasinya. Semuanya berperan memperluas lapangan kerja, dan muaranya menurunkan pengangguran,” ujar Ahmad Muhdlor Ali Bupati Sidoarjo, Sabtu (3/12/2022).

Muhdlor membeberkan sejumlah upaya dalam mempercepat pemulihan dari imbas pandemi Covid-19. Pertama, optimalisasi APBD yang dialokasikan ke berbagai penggerak ekonomi lokal, di antaranya pembangunan infrastruktur jalan dan program Kartu Usaha Perempuan Mandiri (KURMA). Program ini turut membuka lapangan kerja dengan memberikan modal usaha untuk ribuan kelompok.

Selain itu, APBD juga dialokasikan ke anak muda di setiap kecamatan agar dapat memulai usaha dengan pelatihan keterampilan teknis dunia bisnis. Secara keseluruhan, Belanja APBD Sidoarjo sebagian besar dialokasikan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“APBD itu milik rakyat. Hasilnya harus optimal untuk rakyat. Tidak boleh programnya elitis, juga tidak boleh dibuat main-main. Maka, kita optimalkan APBD untuk menggerakkan ekonomi rakyat, khususnya UMKM,” beber Gus Muhdlor, sapaan akrab Bupati Sidoarjo.

BPR Delta Artha meluncurkan “Sayang”, kredit usaha rakyat daerah (Kurda) dengan bunga 3 persen per tahun yang dapat membantu para UMKM untuk memperkuat bisnis dan menumbuhkan lapangan pekerjaan.

Gus Muhdlor melanjutkan, strategi kedua yakni meningkatkan kemudahan berinvestasi melalui pelayanan cepat dan tanpa pungutan liar (pungli).

“Pelaku usaha itu justru menolong pemerintah untuk ikut bersama-sama menggerakkan ekonomi. Jadi bodoh kalau justru pemda mempersulit,“ jelas Muhdlor.

Ketiga, kolaborasi antara Pemkab Sidoarjo dan dunia usaha, sehingga dapat membunuh penuh berbagai ekspansi dunia usaha yang dapat membuka lapangan kerja.

“Misalnya kita dukung pelaku usaha Sidoarjo untuk go international, termasuk UMKM-UMKM-nya. Itu semua kita dukung, kita permudah segala macam proses yang dibutuhkan,” ujar Muhdlor.

Muhdlor mengatakan, pemerintah daerah tidak ingin berpuas diri atas hasil penurunan TPT Sidoarjo, beragam inovatif lainnya akan digelar pada 2023.

“Termasuk kita perkuat sektor ekonomi kreatif untuk anak-anak muda melalui berbagai program, serta memperkuat posisi ekonomi kaum perempuan sebagai salah satu pilar perekonomian. Kita semua optimistis situasi perekonomian Sidoarjo tetap tumbuh, tetap tangguh, di tengah ketidakpastian ekonomi global,” pungkas Muhdlor.(tik/ipg)

Berita Terkait