Minggu, 3 Maret 2024

Jokowi Ajak Investor Australia Menanamkan Modalnya di Sektor-sektor Prioritas Indonesia

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Jokowi Presiden bertemu sejumlah pimpinan perusahaan terkemuka, di ruang pertemuan Hotel Shangri-La, Sydney, Australia, Selasa (4/7/2023). Foto: Biro Pers Setpres

Joko Widodo Presiden RI, hari ini, Selasa (4/7/2023), bertemu sejumlah pimpinan perusahaan terkemuka, di ruang pertemuan Hotel Shangri-La, Sydney, Australia.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi mengajak para pemilik perusahaan asal Negeri Kanguru menanamkan modalnya di Indonesia.

RI 1 memastikan Indonesia merupakan mitra terbaik untuk berinvestasi di kawasan Asia Tenggara. Presiden RI menyebut ada sejumlah sektor prioritas yang berpotensi mendatangkan keuntungan.

Apalagi, Indonesia memiliki potensi sumber daya alam, bonus demografi, pasar yang besar, serta stabilitas ekonomi dan politik.

“Indonesia memiliki potensi tinggi sebagai tujuan investasi dengan kekayaan sumber daya alam, bonus demografi, pasar yang besar, stabilitas ekonomi dan politik yang terjaga,” ujar Presiden RI.

Sektor prioritas pertama yaitu bidang hilirisasi industri. Jokowi bilang Indonesia dan Australia bisa berkolaborasi mengembangkan industri baterai mobil listrik.

Pemerintah Indonesia, sambung Presiden, akan mulai memproduksi baterai kendaraan listrik tahun depan, serta produksi satu juta mobil listrik dan 3,2 juta motor listrik tahun 2035.

Sektor prioritas berikutnya yaitu sumber energi baru terbarukan. Indonesia memiliki potensi 434 gigawatt energi baru terbarukan dari angin, air, panas bumi, biofuel, dan surya.

“Sekarang tengah dibangun 30 ribu hektare green industrial park,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Presiden menjelaskan peluang investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) sangat terbuka lebar.

Menurut Jokowi, nilai investasi di IKN mencapai 25 miliar Dollar AS yang tersebar di berbagai bidang.

Sektor prioritas lainnya yang bisa mendatangkan keuntungan yaitu pendidikan dan kesehatan.

Berdasarkan data yang dipegang Kepala Negara, penerimaan mahasiswa baru di Indonesia meningkat sekitar 20 persen setiap tahunnya. Lalu, hampir dua juta orang Indonesia tiap tahun berobat ke luar negeri.

“Tentunya sebuah peluang besar bagi investasi di bidang-bidang itu,” tandas Jokowi.(rid/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Minggu, 3 Maret 2024
27o
Kurs