Senin, 27 April 2026

Pemerintah Kaji Stimulus untuk Industri Plastik di Tengah Lonjakan Harga

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Airlangga Hartarto Menko Perekonomian di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian di Jakarta, Senin (27/4/2026). Foto Lea Citra Santi Baneza suarasurabaya.net

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) tengah menyiapkan pembahasan terkait skema stimulus bagi pelaku usaha yang bergerak di sektor plastik.

Airlangga Hartarto Menko Bidang Perekonomian mengatakan, pembahasan tersebut akan dilakukan bersama tim Satuan Tugas Percepatan Ekonomi Nasional yang juga menangani agenda debottlenecking atau penyelesaian hambatan regulasi.

“Besok kita akan bahas rapat dengan tim satgas di sini. Satgas percepatan ekonomi nasional termasuk debottlenecking,” ujar Airlangga di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Namun, Airlangga belum merinci bentuk stimulus yang akan diberikan kepada industri plastik. Ia meminta pelaku usaha untuk menunggu hasil pembahasan pemerintah. “Tunggu besok akan dibahas,” katanya.

Rencana stimulus ini muncul di tengah tekanan serius yang dihadapi industri petrokimia nasional akibat lonjakan harga bahan baku, khususnya nafta. Kenaikan harga energi global turut memperburuk kondisi rantai pasok industri plastik di dalam negeri.

Kementerian Perdagangan sebelumnya telah menyiapkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dengan memperluas sumber pasokan nafta dari berbagai negara. Upaya ini dilakukan untuk mengamankan kebutuhan industri sekaligus menekan gejolak harga plastik.

Dyah Roro Esti Widya Putri Wakil Menteri Perdagangan menyebut pemerintah tengah melakukan diversifikasi pasokan bahan baku agar industri tetap berjalan stabil.

“Sehingga kita berupaya untuk sourcing dari beberapa wilayah, agar bahan baku nafta tersebut bisa terpenuhi sehingga plastik harganya juga bisa semakin stabil. Jadi mudah-mudahan itu bisa berdampak secara positif,” ujarnya.

Di sisi lain, Maman Abdurrahman Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah menekankan pentingnya menjaga ketersediaan bahan baku serta mendorong penggunaan substitusi dari dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan impor.

Tekanan pada industri plastik semakin terasa setelah harga bahan baku melonjak tajam. Berdasarkan data industri, harga plastik di Indonesia naik sekitar 80 hingga 100 persen akibat krisis global.

Biji plastik jenis PP tercatat berada di kisaran Rp66.900 hingga Rp102.900 per kilogram, sementara plastik HD mencapai sekitar Rp50.000 per kilogram. (lea/saf/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Senin, 27 April 2026
27o
Kurs