Senin, 27 Mei 2024

Kebijakan Insentif dan Subsidi Promosi Bikin Kendaraan Listrik Buatan China Lebih Murah

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi fasilitas pengisian daya mobil listrik. Foto: Pixabay

Tiongkok memproduksi kendaraan listrik dengan harga lebih murah dibandingkan negara lain, lantas mengapai hal itu bisa terjadi?

Laporan Antara yang dilansir dari Reuters, Jumat (15/9/2023), hal ini utamanya disebabkan oleh kebijakan insentif dan subsidi promosi industri yang telah berlangsung selama satu dekade di Beijing, yang memungkinkan Tiongkok menjadi pasar kendaraan listrik terbesar di dunia dan mengendalikan rantai pasokan kendaraan listrik global, termasuk bahan bakunya.

Harga kendaraan listrik buatan Tiongkok biasanya seperlima lebih murah dibandingkan model buatan Uni Eropa, kata Komisi Eropa.

Kebijakan tersebut juga telah melahirkan industri kelas berat seperti pembuat baterai EV terbesar di dunia CATL (300750.SZ) dan BYD yang menggantikan Volkswagen (VOWG_p.DE) tahun ini sebagai merek mobil terlaris di Tiongkok.

Keunggulan biaya dan rantai pasokan Tiongkok telah menarik perusahaan asing untuk berproduksi di sana.

Yang paling terkenal adalah Tesla (TSLA.O), yang pabrik raksasanya di Shanghai memproduksi lebih dari 700 ribu kendaraan pada tahun 2022, atau setengah dari total produksi pembuat mobil Amerika Serikat (AS). Renault (RENA.PA) dan BMW (BMWG.DE) juga membuat mobil untuk ekspor di China.

Sementara MIT Technology Review Februari lalu mengatakan bahwa pemerintah Tiongkok telah mengambil start untuk berinvestasi dalam teknologi terkait sangat awal, yakni sejak tahun 2001.

Pada tahun itu, teknologi kendaraan listrik diperkenalkan sebagai proyek penelitian sains prioritas dalam rencana lima tahun Tiongkok, yang merupakan deskripsi mendetail mengenai suatu rencana strategi atau “blue print” ekonomi tingkat tertinggi di Tiongkok.

Kemudian, pada tahun 2007, industri ini mendapat dorongan signifikan ketika Wan Gang, seorang insinyur otomotif yang telah bekerja untuk Audi di Jerman selama satu dekade, menjadi Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Tiongkok.

Wan adalah penggemar berat kendaraan listrik dan menguji model kendaraan listrik pertama Tesla, Roadster, pada 2008, tahun peluncurannya. Masyarakat kini memuji Wan karena telah mengambil keputusan nasional untuk menerapkan sepenuhnya kendaraan listrik.

Sejak itu, pengembangan kendaraan listrik secara konsisten diprioritaskan dalam perencanaan perekonomian nasional Tiongkok.(ant/iss)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Bus di Trowulan Mojokerto

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Surabaya
Senin, 27 Mei 2024
25o
Kurs