Senin, 26 Februari 2024

Mendag: Penjualan Social Commerce Diatur untuk Lindungi UMKM

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Zulkifli Hasan Menteri Perdagangan (Mendag). Foto: Antara

Zulkifli Hasan Menteri Perdagangan (Mendag) menyebut pengaturan penjualan di social commerce merupakan bentuk perlindungan kepada produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Adanya pengaturan izin penjualan di e-commerce dan social commerce yang kami tata itu bertujuan untuk menjaga UMKM lokal agar tidak dirugikan,” ujar Zulkifli Hasan di Bandarlampung, Rabu (20/9/2023).

Ia mengatakan UMKM menjadi sektor yang terus didorong dan dijaga perkembangannya. Sebab, sektor tersebut telah mendukung perekonomian hingga 90 persen dan 60 persen produk domestik bruto (PDB) di Indonesia.

“Selain melindungi UMKM kami juga akan membuat suatu ekosistem kewirausahaan yang bisa mendukung perkembangan UMKM yang dulu skala kecil bisa naik kelas menjadi skala besar,” katanya.

Ekosistem kewirausahaan itu, lanjutnya, terdiri dari empat pilar. Yakni keterkaitan antara UMKM, ritel modern, lembaga keuangan perbankan, dan marketplace.

“Jadi UMKM, ritel modern bisa sama-sama berkembang. Apalagi sekarang penjualan offline sudah tidak cukup, dan membutuhkan penjualan daring agar bisa berkembang. Oleh karena itu kami sambungkan ke marketplace sekaligus untuk pembiayaan ke perbankan,” ucapnya.

Menurutnya, dengan ekosistem kewirausahaan ditambah dengan penataan izin penjualan di e-commerce maupun social commerce diharapkan dapat meningkatkan sektor UMKM untuk menopang perekonomian nasional.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan akan mengatur perizinan yang berbeda antara kedua platform tersebut melalui revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 50 Tahun 2020.

Revisi Permendag tersebut tengah dikejar, dan yang menjadi salah satu alasannya adalah platform media sosial Tiktok atau Tiktok Shop yang menggabungkan dua fitur tersebut, padahal secara aturan seharusnya memiliki izin operasi yang berbeda.

Poin penting dalam revisi Permendag kali ini adalah seluruh platform belanja daring tidak diperbolehkan menjadi produsen dalam produk apa pun. (ant/bil/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Senin, 26 Februari 2024
26o
Kurs