Minggu, 3 Maret 2024

OIKN Gandeng Stanford University Jalin Kerja Sama Riset Berkelanjutan

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Proyeksi pembangunan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Foto : Antara

Otorita Ibu Kota Negara Nusantara (OIKN) menjalin kerja sama yang meliputi penelitian dan inovasi berkelanjutan dengan menggaet Stanford Doerr School of Sustainability,.

“Riset yang akan dilakukan antara lain terkait pengelolaan air, sustainable urban development dan robotik serta berbagai hal relevan lainnya,” ujar Bambang Susantono Kepala OIKN Sabtu (18/11/2023) dilansir Antara.

Bambang mengatakan melalui penandantanganan nota kesepahaman (MoU), dengan Standford University di Amerika Serikat dan para alumninya itu, bentuk komitmen membangun pusat riset dengan kualitas kelas dunia di IKN.

Di mana pada MoU tersebut, ditandatangani oleh Bambang Susantono dan Anindya Bakrie yang juga alumnus Stanford, dan Arun Majumdar selaku Dekan Stanford Doerr School of Sustainability yang meliputi bidang penelitian dan inovasi berkelanjutan.

Di kawasan inti IKN yang disiapkan pusat riset Stanford ini, hasilnya nanti menjadi bekal IKN dalam pengembangan kota Nusantara sebagai kota cerdas yang hijau dan berkelanjutan serta menghargai berbagai upaya yang melibatkan para pemangku kepentingan.

“Beberapa bulan lalu Stanford sudah menyerahkan letter of intent di Jakarta dan disepakati kolaborasi di bidang riset, penelitian dan training capacity building. Nantinya untuk hal yang lebih teknis, akan dilakukan pertemuan-pertemuan lanjutan,” ungkapnya.

Para akademisi, tenaga pengajar, peneliti serta mahasiswa Indonesia dan internasional yang hadir dalam acara yang berlangsung di salah satu aula Standford University ini terlihat antusias dalam mendukung realisasinya.

Pembangunan pusat riset itu sendiri direncanakan akan dilakukan sekitar Januari atau Februari 2024. Bambang mengatakan otorita IKN menyediakan lahan seluas tiga hektare di kawasan inti IKN.

Para alumni Stanford di Indonesia lah yang nantinya membangun gedung pusat riset tersebut. Stanford kemudian yang mengisinya dengan aktivitas riset di sana.

“Baik peneliti dari Indonesia maupun peneliti dari Stanford nanti akan berinteraksi meneliti di sana,” ujar Bambang.

Selain pusat riset Stanford, tiga universitas asal Belanda yakni Delft University, Erasmus University, dan salah satu kampus di Roterdam juga akan bekerja sama membangun pusat riset di sana. Dari dalam negeri, enam kampus negeri juga sudah berkomitmen membangun pusat riset. (ant/feb/bil/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Minggu, 3 Maret 2024
29o
Kurs