Sabtu, 24 Februari 2024

Rupiah Merosot Menjadi Rp15.522 per Dolar AS Kamis Pagi

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Uang Rupiah Tahun Emisi 2022. Foto: Peruri

Nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap Dolar Amerika SErikat (AS) pada Kamis (7/12/2023) pagi merosot 28 poin atau 0,18 persen menjadi Rp15.522 per Dolar AS, dari sebelumnya Rp15.494 per Dolar AS.

Dilansir dari Antara, Lukman Leong analis keuangan menyebut cadangan devisa Indonesia pada November 2023 diperkirakan lebih baik sehingga dapat mendukung penguatan Rupiah.

“Pelemahan Rupiah akan terbatas dan berpotensi berbalik menguat apabila data cadangan devisa Indonesia yang akan dirilis siang ini lebih baik dari perkiraan,” ujar Lukman, Kamis.

Ia mengatakan, cadangan devisa Indonesia diperkirakan akan naik ke 135 miliar Dolar AS di November 2023, salah satunya didukung oleh kenaikan harga batu bara. Sementara posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2023 tercatat sebesar 133,1 miliar Dolar AS.

Posisi cadangan devisa Oktober 2023 tersebut setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Cadangan devisa itu dinilai mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Lebih lanjut, Lukman memproyeksikan rupiah hari ini berpotensi bergerak di kisaran Rp15.450 per Dolar AS hingga Rp15.550 per Dolar AS.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) menerbitkan instrumen sekuritas valuta asing Bank Indonesia (SVBI) dan sukuk valuta asing Bank Indonesia (SUVBI) untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan mendukung pengembangan pasar uang.

Penerbitan SVBI dan SUVBI dilakukan untuk mengelola likuiditas valuta asing guna mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.

Kedua instrumen tersebut sejalan dengan mekanisme pasar (promarket) untuk mendukung pendalaman pasar uang dalam valuta asing guna mendukung efektivitas kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, dan sinergi pembiayaan ekonomi.

Selain itu, SVBI dan SUVBI memperluas akses penduduk dan bukan penduduk terhadap instrumen yang diterbitkan BI yang dapat mendukung upaya menarik arus investasi portofolio masuk (portfolio inflows) yang pada akhirnya memperkuat pencapaian stabilitas nilai tukar rupiah. (ant/ath/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Sabtu, 24 Februari 2024
27o
Kurs