Kamis, 18 April 2024

Harga Bapok Masih Tinggi Jelang Ramadan, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Adhy Karyono Pj Gubernur Jatim memantau kegiatan operasi pasar murah di Kantor Disperindag Jatim, Minggu (25/2/2024). Foto: Wildan suarasurabaya.net Adhy Karyono Pj Gubernur Jatim memantau kegiatan operasi pasar murah di Kantor Disperindag Jatim, Minggu (25/2/2024). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Sejumlah harga bahan pokok (bapok) di Jawa Timur masih tinggi menjelang Bulan Ramadan. Untuk menjaga daya beli masyarakat agar tidak terjadi inflasi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggencarkan operasi pasar murah.

Salat satu titik operasi pasar murah yang digelar hari ini berlangsung di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim, Jalan Siwalankerto Utara II No.42, Wonocolo, Surabaya, Minggu (25/2/2024).

Adhy Karyono Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur menyatakan, salah satu harga bapok yang mengalami kenaikan adalah komoditas beras.

Masih mahalnya harga beras, lanjut Adhy, disebabkan oleh tingginya harga gabah kering giling di tingkat petani yang mencapai Rp7.320 perkilogram atau sekitar 44,6 persen dari harga yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp5.000.

Selain beras, komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah harga cabai. Harga rata-rata cabai rawit merah sebesar saat ini mencapai Rp47.566 perkilogram naik Rp2.017 perkilogram, dan cabai merah besar Rp71.017 perkilogram yang naik Rp13.753.

“Ini terjadi fluktuasi, apalagi kita tahu sebentar lagi kita sama-sama menjalankan ibadah bulan Ramadan dan juga lebaran, Bapak Ibu sekalian pasti akan melihat akan terjadi kemahalan atau kenaikan harga, mudah-mudahan tidak” ujarnya.

Namun Adhy mengkalim untuk komoditas seperti daging sapi, ikan maupun unggas dipastikan tidak mengalami kenaikan harga yang siginifikan.

“Ini musim hujan, panennya kena hujan, kemudian tingkat keawetannya untuk disimpan itu juga hanya enam hari, ini yang sedang kita lakukan bagaimana distribusi, tanam itu tidak harus bersamaan,” ucapnya.

Kemudian dalam operasi pasar murah ini sejumlah komoditas dijual dengan harga yang lebih wajar. Seperti beras premium yang dijual seharga Rp51.000 per lima kilogram.

Berikutnya ada gula pasir dengan harga Rp15.000 perkilogram, telur ayam ras Rp24.000 perkilogram, dan minyak goreng dengan harga Rp13.000 per liter.

Dalam pasar murah ini per orang hanya boleh membeli beras maksimal dua sak kemasan lima kilogram, gula dan telur ayam ras maksimal satu kilogram dan minyak goreng maksimal dua liter.

“Pasar murah ini sangat membantu masyarakat. Dengan ketersediaan bahan pokok yang wajar bukan yang paling murah tapi yang wajar, yang terjangkau oleh masyarakat,” jelasnya.

Adhy menyatakan, sekarang ini Pemprov Jatim tengah berkoordinasi dengan berbagai stakeholder supaya pemkab/ pemkot bisa menjaga cadangan pangan dalam beberapa bulan ke depan.

Seperti membuat korporasi petani nelayan untuk menjaga agar produk-produk mereka tetap terjaga dan ada di Jawa Timur.

“Jangan sampai hilang, beras kita surplus, 30 persen kita jaga untuk cadangan kita sendiri, jangan sampai orang Jatin yang petaninya banyak menghasilkan lebih tapi membeli berasnya tetap beras orang lain,” pesannya

Tak hanya itu, Adhy mengutrakan bahwa Pemprov Jatim juga menjalin kerjasama dengan berbagai mitra untuk menjaga kestabilan harga seperti Bulog dan BUMD.

Lalu meminta Disperindag Jatim, BUMD serta mitra lainnya untuk menggelar pasar murah di sejumlah kota/kabupaten di Jatim

“Dengan suplai yang tetap kita jaga, dengan harga yang memang murah, dan membuat distribusinya tetap lancar,” jelasnya.(wld/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Kamis, 18 April 2024
29o
Kurs