Rabu, 24 April 2024

OJK Catat Nilai Perdagangan di Bursa Karbon Capai Rp35,30 Miliar

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi. Perdagangan karbon. Foto: Freepik

Inarno Djajadi Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai perdagangan di bursa karbon mencapai Rp35,30 miliar hingga 28 Maret 2024.

“Pada bursa karbon, sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 28 Maret 2024, tercatat 53 pengguna jasa yang mendapatkan izin,” kata Inarno dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner (DK) OJK Bulan Maret 2024 di Jakarta, Selasa (2/4/2024), seperti dilaporkan Antara.

Volume perdagangan di bursa karbon tercatat sebanyak 571.956 ton setara karbondioksida (tCO2e) terhitung sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 28 Maret 2024.

Ia merinci nilai perdagangan Rp35,30 miliar tersebut mencakup nilai transaksi 27,89 persen di pasar reguler, 19,76 persen di pasar negosiasi dan 52,35 persen di pasar lelang.

Ke depan, potensi bursa karbon masih sangat besar mempertimbangkan terdapat 3.546 pendaftar yang tercatat di Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI) dan tingginya potensi unit karbon yang ditawarkan.

Sedangkan untuk penggalangan dana pada Securities Crowdfunding (SCF) yang merupakan alternatif pendanaan bagi usaha kecil dan menengah (UKM), sejak pemberlakuan ketentuan SCF hingga 28 Maret 2024, total dana yang dihimpun sebesar Rp1,09 triliun.

Selain itu, terdapat 17 penyelenggara SCF yang telah mendapatkan izin dari OJK dengan 517 penerbit dan 170.923 pemodal.

Bursa Karbon Indonesia atau IDXCarbon menyediakan sistem perdagangan yang transparan, teratur, wajar, dan efisien sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 14 Tahun 2023 tentang Perdagangan Karbon Melalui Bursa Karbon.

IDXCarbon terhubung dengan Sistem Registrasi Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN-PPI) milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sehingga mempermudah administrasi perpindahan unit karbon dan menghindari double counting.

Pelaku usaha berbentuk perseroan yang memiliki kewajiban dan/atau memiliki komitmen untuk secara sukarela menurunkan emisi Gas Rumah Kaca, dapat menjadi pengguna jasa IDXCarbon dan membeli unit karbon yang tersedia.(ant/iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Rabu, 24 April 2024
29o
Kurs