Jumat, 29 Agustus 2025

Pasar Waspadai Tekanan IHSG dan Rupiah di Tengah Ketegangan Demo Jakarta

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Ilustrasi - Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di pusat sebuah bank di Jakarta. Foto: Antara Ilustrasi - Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di pusat sebuah bank di Jakarta. Foto: Antara

Fikri C. Permana Ekonom KB Valbury Sekuritas menilai pasar keuangan masih diliputi kewaspadaan, dengan potensi tekanan berlanjut pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah jika ketegangan aksi demonstrasi di Jakarta masih berlanjut.

“Hari ini karena memang ada tekanan demo, market juga berhati-hati. Apalagi ada kekhawatiran demo masih akan berlangsung di hari ini, juga sebelumnya di hari Senin (25/8/2025). Mungkin ini bikin IHSG-nya agak sedikit ‘loyo’ di hari ini,” kata Fikri dilansir dari Antara, Jumat (29/8/2025).

Fikri memperkirakan IHSG akan berada di kisaran 7.800-7.820 pada penutupan Jumat (29/8/2025). Sementara rupiah diharapkan tidak melemah lebih dalam dari kisaran Rp16.520 per dolar Amerika Serikat (AS).

Meski fundamental nilai tukar sebetulnya tidak terlalu tertekan oleh pelemahan indeks dolar AS, sentimen domestik dari aksi unjuk rasa membuat investor lebih berhati-hati untuk menempatkan dananya.

Sejak pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, rupiah melemah dari Rp16.271 pada penutupan perdagangan Rabu (20/8/2025) menjadi Rp16.339 pada Jumat (29/8/2025) pagi.

Fikri mencatat pelemahan ini terutama dipicu penurunan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) yang menekan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN), sehingga mendorong keluarnya dana asing dari pasar obligasi.

Sementara itu, IHSG hampir mendekati level 8.000 pada 20 Agustus lalu, didorong optimisme penurunan suku bunga acuan dan pertumbuhan ekonomi.

Namun, sentimen demo membuat laju indeks terkoreksi, sedangkan rupiah justru melemah sejak tanggal tersebut akibat arus keluar dari pasar obligasi, sehingga tekanannya lebih dominan.

Faktor fundamental turut menambah tekanan, seperti defisit transaksi berjalan yang melebar dan defisit neraca pembayaran yang menandakan aliran keluar dana dari Indonesia. Kombinasi kondisi ini membuat pasar bergerak lebih berhati-hati.

Adapun pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (29/8/2025), di Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG tercatat anjlok 180,80 poin atau 2,27 persen ke posisi 7.771,28.

Sementara itu, rupiah pada pembukaan perdagangan Jumat di Jakarta melemah sebesar 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp16.354 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.353 per dolar AS. (ant/ata/ris/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Mobil di Jembatan Suramadu, Kondisinya Ringsek

Kecelakaan Bus Tabrak Belakang Truk di KM 749 Tol Sidoarjo-Waru

Pajero Masuk Sungai Menur Pumpungan

Kecelakaan Truk Tabrak Gardu Tol di Gate Waru Utama

Surabaya
Jumat, 29 Agustus 2025
30o
Kurs