Rabu, 15 April 2026

IHSG Dibuka Menguat ke 7.750, Dipicu Harapan Kesepakatan AS–Iran

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi. Saham naik. Foto: suarasurabaya.net

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (15/4/2026) pagi, sejalan dengan penguatan bursa saham kawasan Asia dan pasar global.

Sentimen positif terutama dipicu oleh meningkatnya harapan pasar terhadap potensi tercapainya kesepakatan antara United States dan Iran di tengah meredanya ketegangan geopolitik.

Pada awal perdagangan, IHSG tercatat naik 74,95 poin atau 0,98 persen ke level 7.750,90. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga menguat 7,90 poin atau 1,03 persen ke posisi 772,22.

Ratna Lim Kepala Riset Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal IHSG masih memiliki peluang penguatan lanjutan selama mampu bertahan di atas level 7.700.

“Jika IHSG mampu bertahan di atas level 7.700, maka IHSG diperkirakan berpeluang menguji di sekitar level 7.800. Namun, perlu mulai diwaspadai potensi profit taking dalam jangka pendek, mengingat kondisi IHSG yang sudah memasuki area overbought,” ujarnya.

Dari sisi geopolitik, pernyataan Donald Trump Presiden AS yang menyebut adanya komunikasi dari pejabat Iran untuk membuka peluang kesepakatan turut menjadi perhatian pelaku pasar. Trump juga menegaskan bahwa Iran tidak akan diperbolehkan memiliki senjata nuklir.

Selain itu, Pakistan disebut menawarkan diri sebagai tuan rumah putaran lanjutan dialog sebelum berakhirnya masa gencatan senjata. Di sisi lain, laporan lain menyebutkan bahwa Amerika Serikat, Israel, dan Lebanon tengah mempertimbangkan pembukaan jalur negosiasi langsung di Amerika Serikat.

Dilansir dari Antara, ketidakpastian global juga tercermin dalam proyeksi ekonomi internasional. Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia akan melambat menjadi 3,1 persen pada 2026 dan 3,2 persen pada 2027.

IMF menilai aktivitas ekonomi global saat ini menghadapi tekanan baru akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Gangguan distribusi minyak melalui Selat Hormuz disebut telah mendorong kenaikan harga energi global, terutama minyak dan gas, yang berdampak pada biaya impor negara berkembang.

Dalam skenario terburuk, IMF memperingatkan bahwa konflik berkepanjangan dapat menekan pertumbuhan global hingga sekitar 2 persen, yang mengarah pada risiko resesi serta potensi stagflasi.

Dari dalam negeri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan dua roadmap strategis periode 2026–2030 untuk memperdalam pasar keuangan domestik, yakni pengembangan pasar derivatif dan penguatan pasar modal berkelanjutan berbasis ESG.

Fokus kebijakan ini mencakup perlindungan investor, penguatan infrastruktur pasar, serta dorongan terhadap instrumen investasi berkelanjutan menuju target net zero emission Indonesia.

Sentimen positif juga datang dari bursa global. Pada perdagangan Selasa (14/4), indeks utama Eropa ditutup menguat, dengan Euro Stoxx 50 naik 1,32 persen, FTSE 100 Inggris naik 0,25 persen, DAX Jerman naik 1,27 persen, dan CAC 40 Prancis menguat 1,12 persen.

Di Wall Street, indeks utama juga kompak menguat. Dow Jones Industrial Average naik 0,66 persen ke 48.535,99, S&P 500 menguat 1,18 persen ke 6.967,38, dan Nasdaq Composite melonjak 1,81 persen ke 25.842,00.

Sementara itu, bursa Asia pada pagi ini turut bergerak positif. Nikkei Jepang menguat 0,85 persen, Shanghai naik 0,39 persen, Hang Seng Hong Kong menguat 1,08 persen, dan Straits Times Singapura naik 0,30 persen. Kombinasi sentimen global tersebut menjadi pendorong utama penguatan IHSG pada awal perdagangan hari ini. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Rabu, 15 April 2026
33o
Kurs