Kondisi tersebut membuat warga harus mengantre selama berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar. Bahkan, antrean kendaraan di sejumlah SPBU dilaporkan mengular hingga satu kilometer.
Situasi tersebut juga menimbulkan dampak terhadap masyarakat. Seorang perempuan di Badung dilaporkan pingsan setelah mengantre BBM selama berjam-jam.
Pertamina sebelumnya menyebut kendala bongkar muat kapal tanker menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ketersediaan BBM di Bali. Perusahaan energi tersebut menyatakan akan menyiapkan tambahan pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menanggapi kondisi itu, Puan menilai pemulihan tidak cukup hanya dengan mendatangkan tambahan BBM. Pemerintah dan Pertamina harus memastikan bahan bakar segera disalurkan ke SPBU yang mengalami kekosongan, terutama di wilayah dengan antrean kendaraan yang masih panjang.
“Tambahan pasokan yang tiba juga perlu diikuti kepastian pengiriman ke SPBU, terutama wilayah yang masih mengalami kekosongan BBM dan terjadi antrean panjang,” ujarnya.
NOW ON AIR SSFM 100

