Ke depan, arah pasar jangka pendek akan ditentukan oleh sejumlah data ekonomi, termasuk ISM Services PMI AS, risalah FOMC The Fed, dan data inflasi China. Perkembangan negosiasi dagang AS-Uni Eropa serta dampak kebijakan tarif terhadap manufaktur global juga menjadi perhatian pelaku pasar.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus mereda seiring kemajuan negosiasi damai AS-Iran. Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz berangsur pulih dan ekspor minyak Arab Saudi telah kembali ke sekitar 90 persen dari level sebelum konflik. “Perkembangan tersebut membantu menekan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global,” kata Liza.
Dari dalam negeri, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mulai memperketat pengawasan perpajakan ekonomi digital dengan memanfaatkan data transaksi dari Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Blibli. Melalui PMK No. 37 Tahun 2025, marketplace ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22 sebesar 0,5 persen atas omzet pedagang mulai 1 Agustus 2026, menyasar pelaku usaha beromzet di atas Rp4,8 miliar per tahun yang belum berstatus Pengusaha Kena Pajak (PKP).
Pelaku pasar domestik juga menantikan data cadangan devisa, keyakinan konsumen, data penjualan ritel Bank Indonesia, serta perkembangan kurs rupiah.
Pada perdagangan Jumat (3/7/2026), bursa Eropa kompak menguat: Euro Stoxx 50 naik 0,68 persen, FTSE 100 naik 0,30 persen, DAX Jerman naik 0,90 persen, dan CAC 40 Prancis naik 0,40 persen. Sementara Wall Street libur memperingati Hari Kemerdekaan AS.
Di Asia pagi ini, Nikkei melemah 0,93 persen ke 69.080,00, Shanghai turun 0,26 persen ke 4.003,00, sementara Hang Seng menguat 1,25 persen ke 23.641,00 dan Strait Times naik tipis 0,02 persen ke 5.245,70.(ant/iss/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

