Firman Rosjadi Djoemadi Ekonom dan Akademisi Universitas Surabaya (Ubaya) menilai Patriot Bond dan Merah Putih Bond, surat utang khusus yang diterbitkan oleh Danantara berpotensi memperkuat likuiditas dalam negeri, sepanjang pengelolaan dan kontrol terhadap instrumen tersebut berjalan baik.
Menurut Firman, jika obligasi itu diterbitkan dalam denominasi rupiah, maka dana yang masuk akan menambah likuiditas di sistem keuangan nasional. Likuiditas tersebut kemudian bisa diserap masyarakat melalui kredit, terutama jika dana pemerintah ditempatkan di perbankan, termasuk bank-bank Himbara.
“Seperti kemarin yang dilakukan Pak Purbaya (Menteri Keuangan). Uang pemerintah yang di Bank Indonesia (BI) kemudian ditempatkan di bank Himbara begitu. Ya, itu akan menambah likuiditas yang bisa diserap oleh masyarakat ya, (dalam bentuk) kredit,” kata Firman saat on air dalam program Wawasan Suara Surabaya, Senin (6/7/2026).
Meski demikian, Ekonom Ubaya itu mengingatkan dampak tidak otomatis terjadi. Contohnya, penurunan suku bunga yang tetap bergantung pada reaksi pasar dan kondisi ekonomi secara keseluruhan. “Ya, kalau misalnya dimungkinkan ya suku bunga bisa turun ya, tapi mesti melihat juga nanti reaksi pasar,” katanya.
Untuk diketahui, surat utang yang diterbitkan BPI Danantara itu, tercantum dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

NOW ON AIR SSFM 100

