Sementara produksi minyak atau lifting nasional masih berada di kisaran 600 ribu hingga 615 ribu barel per hari, sehingga kebutuhan sisanya harus dipenuhi melalui impor.
“Maka kemudian, perlahan-lahan kita geser dari fosil ke energi alternatif. Kemarin kita lakukan peresmian B50,” ujarnya.
Bahlil mengatakan konsumsi solar nasional mencapai sekitar 39 juta kiloliter (KL) per tahun. Dengan penggunaan biodiesel B50, kebutuhan impor minyak dapat ditekan secara signifikan.
“Jadi sekarang, impor minyak total itu masih ada kurang lebih sekitar 700 sampai 750 ribu barel per hari, dari sebelumnya sekitar 1 juta barel per hari,” jelasnya dilansir dari Antara.
Program B50 merupakan kebijakan penggunaan bahan bakar diesel yang mengandung campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit.

NOW ON AIR SSFM 100

