Pemerintah mengklaim implementasi B50 membuat Indonesia menghemat devisa hingga Rp177 triliun. Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan, peluang itu sesuai dengan arahan Presiden untuk mempekuat kedaulatan energi di tengah kondisi ketidakpastian yang terus bergulir.
“Kemarin Bapak Presiden me-launch (meluncurkan) yang namanya B50, dan B50 itu menunjukkan bahwa Indonesia bisa punya kekuatan sendiri. Karena dengan B50 solar itu kita tidak impor lagi, dan kita menghemat devisa Rp177 triliun,” kata Airlangga di Jakarta, Sabtu (11/7/2026).
Airlangga menegaskan B50 adalah upaya pemerintah memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan, mulai dari konflik geopolitik hingga disrupsi teknologi.
Katanya, Indonesia harus memperkuat fondasi ekonomi. Khususnya yang berkaitan dengan supply chain, mengingat ketidakpastian ekonomi dan kondisi geopolitik global tidak menentu.
“Dan kemudian yang berikut juga Bapak Presiden mendorong dimulainya program 100 gigawatt berbasis solar di mana untuk hilirisasi daripada ekosistem baterai elektrik sudah siap, bukan hanya untuk otomotif tetapi untuk baterai storage system juga. Dan itu investasinya di kawasan baik itu di Kendal maupun di Jawa Tengah dan Jawa Timur,” jelasnya.

NOW ON AIR SSFM 100

