Wang Yi Menteri Luar Negeri (Menlu) China meminta Pemerintah Indonesia terus menjaga iklim investasi yang aman, stabil, dan kondusif bagi perusahaan-perusahaan China yang beroperasi maupun akan menanamkan modal di Indonesia.
Permintaan itu disampaikan Wang Yi saat bertemu Luhut Binsar Panjaitan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) RI di Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Menurut Wang Yi, China akan terus mendorong perusahaan-perusahaannya untuk berinvestasi dan mengembangkan usaha di Indonesia.
“China berharap dan percaya bahwa Pemerintah Indonesia akan menyediakan lingkungan bisnis yang aman, stabil, dan baik bagi perusahaan-perusahaan China,” kata Wang Yi seperti dikutip Antara, Minggu (23/8/2026).
Dia menilai, kerja sama investasi kedua negara bisa membantu Indonesia mengolah kekuatan sumber daya menjadi pendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“China dengan tulus dan sungguh-sungguh membantu Indonesia mempercepat proses pembangunannya, serta mendorong dan mendukung perusahaan-perusahaan China untuk terus berinvestasi dan mengembangkan usaha di Indonesia,” ujarnya.
Kemudian, Wang Yi juga menyebut China sebagai mitra strategis Indonesia yang memiliki hubungan jangka panjang dan stabil.
Di sisi lain, Luhut mengatakan Indonesia tetap terbuka terhadap investasi dari China dan akan menyediakan lingkungan bisnis yang adil serta bersahabat.
“Indonesia selalu menyambut perusahaan-perusahaan China untuk datang berinvestasi dan mengembangkan usaha di Indonesia, dan pasti akan menyediakan lingkungan bisnis yang adil dan bersahabat bagi perusahaan-perusahaan China,” kata Luhut.
Menurut Luhut, investasi perusahaan China selama ini ikut memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Tapi, Luhut menegaskan kerja sama investasi tidak boleh berhenti pada proyek besar semata. Hasilnya harus memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Saya tegaskan kepada beliau, kerja sama Indonesia-China tidak boleh berhenti sebatas proyek megah di atas kertas semata. Hasilnya harus konkret: membuka lapangan kerja, mentransfer teknologi, dan menaikkan taraf hidup masyarakat kita,” ujarnya.
Ke depan, Indonesia dan China juga membuka peluang memperluas kerja sama ke sejumlah sektor strategis baru, seperti energi hijau, kecerdasan buatan, ekonomi digital, bioteknologi, hingga pengembangan GovTech.
Melalui kerja sama DEN dengan National Development and Reform Commission (NDRC) China, kedua negara juga berencana menyusun peta jalan jangka panjang untuk sejumlah agenda strategis, termasuk kereta api cepat, energi hijau di Kalimantan Utara, dan pengentasan kemiskinan.
Wang Yi berada di Jakarta pada 20-22 Agustus 2026 untuk menghadiri pertemuan pertama Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) serta Pertemuan Kedua Mekanisme Dialog 2+2 antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan Indonesia-China. (ant/bil/rid)

NOW ON AIR SSFM 100

