Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.640 per Dolar AS, Tekanan Eksternal Masih Tinggi
Senin, 7 September 2026 | 17:45 WIB
Ilustrasi - Barista sedang berinteraksi dengan konsumen di sebuah kafe. Foto: iStock
“Sudah tidak zaman menjual produk saja, harus kita jual ceritanya,” ujar Eric.
Ia menjelaskan, membangun narasi bisnis harus dimulai dengan memahami alasan sebuah usaha didirikan dan persoalan yang ingin diselesaikan melalui produk tersebut.
Pelaku usaha juga perlu memahami konsumennya melalui segmentasi pasar. Dari sana, bisnis dapat menentukan narasi yang relevan sekaligus memilih kanal komunikasi yang tepat untuk menyampaikannya kepada target konsumen.
Dengan demikian, storytelling bukan sekadar cara mempromosikan produk, tetapi menjadi bagian dari strategi membangun hubungan dan kepercayaan dengan konsumen. (dit/saf/ipg)




